web analytics
  

Bank Indonesia Catat Aliran Modal Asing Rp220,07 Triliun

Jumat, 20 Desember 2019 21:53 WIB

Ilustrasi investasi asing. (pixabay.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bank Indonesia (BI) mencatat, secara keseluruhan, masih terjadi aliran masuk modal asing atau capital inflow pada portfolio domestik sebesar Rp1,31 triliun sepanjang seminggu terakhir. Adapun inflow terjadi pasar saham sebesar Rp1,41 triliun dan pada instrumen Sertifikat BI (SBI) sebesar Rp1,75 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, sejak awal tahun atau year-to-date (ytd), Bank Indonesia mencatat capital inflow asing pada portofolio mencapai Rp220,07 triliun. Terdiri dari arus masuk modal asing pada SBN sebesar Rp171,51 triliun, pada pasar saham Rp43,78 triliun, dan sisanya di obligasi korporasi dan SBI. 

AYO BACA : Ridwan Kamil Bawa Pulang Investasi Asing Senilai Rp100 Triliun

"Ini cerminan kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia yang dinilai bagus. Tercermin juga dari premi risiko Indonesia yang rendah, diukur dari credit default swap (CDS) sekarang 62,73 bps,” ujarnya di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (20/12).

Menurut dia, inflow portofolio yang masih kuat juga didorong posisi nilai tukar rupiah yang sampai saat ini masih di bawah Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Di pasar spot, per pukul 14.15 WIB, kurs rupiah tercatat pada posisi Rp13.997 per dolar AS. 

AYO BACA : Hyundai Bangun Pabrik di Cikarang 1,55 Miliar Dolar

“Nilai tukar rupiah bergerak stabil karena mekanisme pasar berjalan baik, suplai juga berjalan baik, dan faktor aliran modal asing masuk ke portofolio,” ujarnya.

Bank Indonesia juga mencatat capital outflow atau arus keluar modal asing mencapai Rp1,94 triliun sepanjang sepekan terakhir atau week to date. Adapun penyebab keluarnya dana asing dari pasar Indonesia merupakan sesuatu yang biasa terjadi.

"Ini hal yang wajar terjadi akhir tahun karena biasanya para trader pemegang SBN keluar (dari pasar) untuk melakukan profit-taking saja. Umumnya, mereka akan kembali lagi (masuk ke pasar) awal tahun,” katanya.

AYO BACA : Jokowi Sesalkan Sepinya Investasi Cina dan Jepang di Indonesia

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers