web analytics
  

Ular Masuk Pemukiman Terus Terjadi di Cimahi

Kamis, 19 Desember 2019 22:14 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Ular Masuk Pemukiman Terus Terjadi di Cimahi, Ular, Ular Masuk Permukiman Warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta,

Petugas Damkar Cimahi mengevakuasi ular di rumah warga Komplek Cipageran Asri RT 04 RW 18 Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Kamis (19/12/2019). (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM--Fenomena ditemukannya ular pada pemukiman warga terus terjadi di Kota Cimahi. Kamis (19/12/2019), petugas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi berhasil mengevakuasi ular di dua tempat berbeda.

Komandan Regu I Damkar Kota Cimahi Indrahadi menerangkan, evakuasi pertama dilakukan petugas di rumah seorang warga Jalan Bapak Ampi RT 01 RW 07 Kelurahan Baros, sekira jam 07.14 WIB.

Petugas mengevakuasi jenis Ular Babi bernama latin Elaphe flavolienata berukuran panjang 30 cm dengan diameter 1 cm didalam rumah pelapor.

"Ukurannya kecil kami evakuasi menggunakan alat Grabstick dan dilepas liar ke habitat asalnya," ujar Indra kepada Ayobandung.com, Kamis (19/12/2019).

AYO BACA : Ngeri! Ular Sekarang Masuk Pemukiman Warga di Cimahi

Evakuasi ular di pemukiman berikutnya ada di rumah warga Komplek Cipageran Asri RT 04 RW 18 Kelurahan Cipageran sekira jam 16.00 WIB. 

Kali ini seekor ular berukuran cukup besar jenis ular Kopi berhasil ditangkap saat bersembunyi didapur rumah warga.

"Cukup besar panjangnya 150 centimeter dengan diameter 4 centimeter, ularnya sembunyi di balik perabotan dapur," tuturnya.

Menurut Indra, alasan ular banyak keluar di musim hujan karena mencari makan dan bertelur. jika dulu tikus sebagai sumber makanan hidup di persawahan dan kebun kini sumber makanan ular terdapat di rumah warga.

AYO BACA : IDI: Serum Antibisa Ular Harus Tersedia di Puskesmas

"Sekarang tikus terdapat banyak di pemukiman, jadi naluri ular ya mencari sumber makanan," katanya.

Disamping itu, kata Indrahadi, pada musim kemarau ular biasanya tinggal di selokan atau gorong-gorong yang jauh dari jangkauan manusia. Namun pada musim penghujan selokan penuh air dan memaksa ular keluar mencari perlindungan.

Jika menemukan ular di pemukiman, warga disarankan untuk tidak membunuhnya jika tidak mengancam dan berhati-hati dengan gigitannya.

"Kalau ditangani Damkar Kota Cimahi setelah ditangkap akan kami kembalikan ke habitatnya. Kalau coraknya bagus, kami serahkan ke komunitas pecinta reptil untuk dipelihara menjadi sarana edukasi," jelasnya.

Dia mengimbau warga untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan memeriksa setiap sudut rumah agar tidak dijadikan tempat bersarang ular. 

"Agar ular tidak masuk ke rumah, kebersihan menjadi hal yang utama. Semisal rumput atau sampah dibersihkan dari halaman dikarenakan ular suka dan senang diam di tempat tempat lembab," ucapnya.

AYO BACA : Kurator Bandung Zoo: Kobra Muncul di Permukiman Termasuk Langka dan Anomali

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers