web analytics
  

Jelang Natal, Ayo Kenali Gereja-gereja di Bandung

Kamis, 19 Desember 2019 05:30 WIB Rizma Riyandi
Bandung Raya - Bandung, Jelang Natal, Ayo Kenali Gereja-gereja di Bandung, natal dan tahun baru, gereja di bandung, gereja cantik di bandung, natal di bandung

Gereja di Bandung (Humas Pemkot Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Sekitar 183 ribu umat kristiani di Kota Bandung segera merayakan Natal pada 25 Desember 2019 mendatang. Setiap gereja tentu telah mempersiapkan berbagai rangkaian ibadah agar berlangsung khidmat.

Kota Bandung memiliki 321 gereja yang tersebar di tiap kecamatan, baik gereja Katolik maupun Protestan. Menurut penelusuran sejarah, gereja tertua di Kota Bandung yang masih berdiri adalah Gereja Katedral Santo Petrus yang terletak di Jalan Merdeka. Gereja tersebut menjadi saksi bisu sejarah Keuskupan di Bandung yang dibangun sepanjang tahun 1921.

Gereja ini didesain oleh arsitek C.P. Wolff Schoemaker. Pada 19 Februari 1922, Katedral Bandung kemudian diberkati oleh Mgr. Luypen. Gereja yang dibangun oleh ahli bangunan M. Kunst itu pun lalu dipersembahkan kepada Santo Petrus, atau Pastor P.J.W. Muller SJ sehingga kini disebut Gereja Katedral Santo Petrus.

Sebetulnya, gereja Katedral tergolong baru, karena sebelumnya pernah ada gereja yang lebih tua, yaitu Gereja St. Franciscus Regis yang dibangun tahun 1884. Namun pada tahun 1895, gereja tersebut beralih fungsi menjadi gedung pertemuan sosial Katolik. Saat ini, gedung tersebut menjadi bagian dari bangunan Bank Indonesia.

Selain Katedral, ada pula Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Bethel Bandung yang tak kalah bersejarah. Gereja Protestan tertua di Kota Bandung ini dibangun pada tahun 1924 di atas lahan seluas 3.278 meter persegi, namun baru diresmikan pada 1 Maret 1925.

GPIB Bethel Bandung ini juga didesain oleh arsitek yang sama dengan Katedral. Dengan gaya klasik modern, bangunan gereja ini kaya dengan simbol-simbol teologi Kristen. Nama Bethel baru dipakai tahun 1964. Nama tersebut bermakna rumah Tuhan atau pintu gerbang surga yang merujuk pada Kitab Kejadian. 

Pada pintu masuk utama terdapat lima anak tangga yang melambangkan lima batu yang dipakai David melawan Goliat. Di bagian atas pintu tersemat tulisan dalam bahasa Latin yang menyatakan bahwa rumah ini merupakan persembahan bagi Tuhan. Menara lonceng di sudut gereja melukiskan keagungan Tuhan.

Awalnya, tempat tersebut merupakan rumah ibadah sederhana yang berdiri tahun 1800-an. Namun seiring bertambahnya jumlah jemaat, maka dilakukan renovasi terhadap bangunan rumah ibadah itu. 

Tak hanya itu, gereja bersejarah dalam agama Kristen di Bandung adalah Gereja Kristen Pasundan yang terletak di Jalan Kebon Jati 108 Bandung. Gereja ini diresmikan sebagai sebuah sinode dengan nama de Christelijke Kerk van West Java pada tanggal 14 November 1934. 

Pengakuan resmi Pemerintah terhadap Gereja Kristen Pasundan sebagai badan hukum dinyatakan dengan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda pada 8 April 1936 No.15, Staatsblad 176. Namun catatan sejarah mengatakan bahwa gereja ini sudah beroperasi sejak 5 Juli 1899.

Gereja tua lainnya di Kota Bandung adalah Santa Odilia yang didirikan oleh Yayasan Santa Camilius. Yayasan ini awalnya mendirikan rumah untuk yatim piatu di Cicadas pada 7 September 1929. Yayasan ini terus berkembang dengan mendirikan poliklinik pada tahun 1935 atas prakarsa Pastor Klein, OSC. Pada 1 Oktober 1937, Gereja Santa Odilia ditetapkan sebagai Paroki oleh Keuskupan Bandung. Gereja ini berlokasi di Jalan Cikutra No. 7.

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers