web analytics
  

Wakil Komisi IX DPR Minta Pelaku Penyelundupan Benih Lobster Diusut

Rabu, 18 Desember 2019 21:44 WIB Dadi Haryadi
Umum - Nasional, Wakil Komisi IX DPR Minta Pelaku Penyelundupan Benih Lobster Diusut, lobster penyelendupan, kkp lobster, dedi mulyadi, komisi ix dpr,

Ketua DPD I Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Dok. DPR RI)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Ketua Komisi IV DPR Dedi Mulyadi meminta polisi mengusut pelaku penyelundupan benih lobster setuntas-tuntasnya.

Dia menilai, perbuatan itu merugikan negara karena menghilangkan sumber pendapatan yang nilainya sangat tinggi.

"Kalau nilai transksasi  Rp2 triliun, misalnya, maka negara akan kehilangan pendapatan ekspor ratusan miliar," kata Dedi, Rabu (18/12/2019).

Selain masalah ekonomi, penyelundupan benih lobster dinilainya merugikan ekositem laut. Bila hal ini tidak diusut hingga tuntas, tak menutup kemungkinan perbuatan serupa diulang.

Padahal, kata Dedi, bila dibiarkan dalam jangka panjang, biota laut itu bisa musnah di Indonesia.

AYO BACA : Komisi IV Tolak Ekspor Benih Lobster

Menurutnya juga, saat ini gejala musnahnya usaha lobster sudah mulai tampak. Seperti terumbu karang yang menjadi habibat lobster, habis digerus demi kepentingan orang tak bertanggung jawab.

Ia mengaku khawatir bila terus dibiarkan, Indonesia sebagai negara maritim tak akan mendapatkan keuntungan.

"Sementara lobster di Vietnam akan melimpah. Kita pasok bibitnya, lalu di sana dikembangkan. Vietnam malah akan menjadi penghasil lobster terbesar di dunia," kata Dedi.

Menurut Dedi, kebijakan Susi Pujdiastuti saat menjadi menteri Kelautan dan Perikanan yang menenggelamkan kapal sangat bisa dipertimbangkan dalam menjaga ekosistem laut Indonesia.

Perbuatan pencuri ikan seperti halnya nelayan Vietnam, yang kerap menggunakan troll untuk menjaring ikan merugikan. Padahal di negaranya sendiri, penggunaan troll itu dilarang.

AYO BACA : Dedi Mulyadi Bicara Kearifan Lokal Indonesia di Konferensi Perubahan Iklim Madrid

"Yang dikawatirkan itu bukan kapalnya, tetapi jenis jaring yang digunakan nelayan Vietnam, yakni troll," kata Dedi.

Dedi menjelaskan, saat ini kapal pencuri ikan tidak ditenggelamkan melainkan diserahkan ke swasta. Yang dikhawatirkan, hal itu memicu nelayan asing pencuri ikan datang lagi. Sementara ikan di laut, ada juga yang menjadi konsumsi lobster sehingga bisa hidup di habitatnya.

Ketika rumah dan pakannya habis, ujarnya, maka lobster akan menjauh dari perairan Indonesia. Yang miris, lanjutnya, Indonesia sendiri mengekspor benih lobster ke Vietnam yang kemudian akan dibudidayakan di sana.

"Siapa nanti yang akan menjadi raja lobster? Ya Vietnam," kata ketua DPD Golkar Jawa Barat yang juga Bupati Purwakarta dua periode ini.

Karena itu, dia meminta agar Indonesia tidak mengekspor benih lobster. Dia juga meminta Kementerian KKP untuk tetap melanjutkan kebijakan penenggelaman kapal.

"Maka, itu (menenggelamkan kapal) harus dilakukan," ujarnya.

AYO BACA : Dedi Mulyadi: Tak Akan Ada yang Berani Gelar Munas Golkar Tandingan

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers