web analytics
  

Kafe Terapung Hadir di Babakan Irigasi, Ini Komentar Warga Pagarsih

Rabu, 18 Desember 2019 19:14 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Kafe Terapung Hadir di Babakan Irigasi, Ini Komentar Warga Pagarsih, Babakan Irigasi Pagarsih, Banjir Pagarsih, Komentar warga,

Anak-anak bermain di Babakan Irigasi Pagarsih, RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Rabu (18/12/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

ASTANAANYAR, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung berencana akan mempermak area Babakan Irigasi di RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar menjadi Kafe Terapung. Area yang bersebelahan dengan Pasar Ulekan tersebut saat ini telah dibersihkan dan diberikan area tempat duduk serupa ampitheater kecil di salah satu sisinya.

Berdasarkan pantauan Ayobandung.com, Rabu (18/12/2019), area yang sehari sebelumnya sempat dilengkapi dengan meja dan kursi tersebut tengah ramai dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk bermain air. Sejumlah pedagang makanan nampak memafaatkan suasana ramai tersebut dengan berjualan, sementara orang tua anak mengawasi dari area atas.

Ketika ditanya perihal munculnya Kafe Terapung di area tersebut, salah satu warga, Dodi, mengatakan cukup setuju dengan hal tersebut. Meski belum mendapat sosialisasi, dirinya menilai hal tersebut cukup dapat menambah ruang bagi warga untuk berinteraksi di luar ruangan.

AYO BACA : Babakan Irigasi Pagarsih Bakal Disulap Jadi Kafe Terapung

"Iya dengar-dengar sih mau dibuat kafe, saya mah setuju-setuju saja. Kalaupun hanya jadi tempat bermain seperti ini juga tidak apa-apa, senang aja rasanya bisa lihat anak kecil main," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris RW 04, Nanan Subarna mengatakan pihaknya menyambut antusias rencana tersebut. Pasalnya, sebelumnya kawasan tersebut termasuk ke dalam salah satu RW kumuh di Kota Bandung.

"Rencana kafe itu sebenarnya dari Pak Didi (Kepala DPU Kota Bandung), dan kami sebagai penerima manfaat menyambut baik rencana itu. Harus bisa manfaatkan dan memelihara," ungkapnya.

AYO BACA : Destinasi Wisata Air Siap Hadir di Pagarsih

Dirinya mengatakan, keberadaan kafe tersebut tidak serta-merta menjadi kafe permanen. Babakan irigasi tersebut bisa 'disulap' menjadi kafe pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada akhir pekan.

"Bisa tiap Sabtu-Minggu misalnya kita bekerjasama dengan warga mengadakan kegiatan di kafe tersebut. Sekarang pedagangnya juga belum ada," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu anggota Majelis Permusyawarahan Karang Taruna RW 04, Anggi Febriyanto menilai, pembangunan babakan irigasi sebagai penampung limpahan air dari banjir di ruas Jalan Pagarsih lebih prioritas dibanding membangun arena bermain. Pasalnya, ketika hujan deras turun, sejumlah RW lainnya kerap mengalami banjir.

"Meskipun bagus untuk tata kota dan jadi arena bermain anak-anak, tapi menurut saya sendiri sih babakan irigasi ini potensial untuk mengurangi banjir Pagarsih," ungkapnya.

"Ketika curah hujan tinggi air dari sana (Jalan Pagarsih) bisa dilempar ke sini dan dialirkan ke Sungai Citepus. Kalau di sini jadi bagus tapi daerah yang masih satu wilayah masih terdampak negatif kan gimana," jelasnya.

AYO BACA : Tol Air Pagarsih, Solusi Atasi Banjir?

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers