web analytics
  

Babakan Irigasi Pagarsih Disulap Jadi Kafe Terapung, Enak Buat Kongkow!

Rabu, 18 Desember 2019 16:45 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Babakan Irigasi Pagarsih Disulap Jadi Kafe Terapung, Enak Buat Kongkow!, Kafe Terapung, Babakan Irigasi Pagarsih, Walungan Cafe,

Anak-anak bermain di Babakan Irigasi Pagarsih, RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Rabu (18/12/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

ASTANAANYAR, AYOBANDUNG.COM -- Wacana saluran air Babakan Irigasi Pagarsih di RW 04 Kelurahan Cibadak, tepatnya di belakang Pasar Ulekan, Bandung belakangan ramai menjadi perbincangan. Hal tersebut salah satunya diawali unggahan foto di akun instagram DPU Kota Bandung yang memperlihatkan sejumlah meja dan bangku dipakai berduduk santai di dalam area saluran air yang telah dibenahi.

"Walungan Cafe", demikian keterangan yang tertera dalam foto yang diunggah pada Selasa (17/12/2019) tersebut. Karena berada di permukaan saluran air, dasar kafe tersebut pun jelas tergenang air.

Ketika Ayobandung.com mendatangi lokasi, Rabu (18/12/2019) siang, bangku dan kursi yang sebelumnya dipajang telah kembali diangkut. Sebagai gantinya, belasan anak-anak yang merupakan warga sekitar nampak asyik bermain air dan bola di area saluran irigasi tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan, kafe tersebut hingga saat ini masih dalam tahap pematangan konsep. Pihaknya masih menunggu jadwal wali kota untuk dapat memperkenalkan kafe tersebut kepada publik.

AYO BACA : Kafe di Bandung Ini Banyak Lahirkan Pelaku Hiburan Hits Tanah Air

"Sebenarnya relatif sudah beres, cuma belum dapat jadwal pak wali untuk mengenalkannya pada publik. Konsepnya juga apakah akan dibuat mingguan atau setiap hari masih dibicarakan. Sekarang juga anak-anak antusias sekali bermain di sana," ujarnya ketika dihubungi Ayobandung.com.

Didi mengatakan, kafe tersebut hanyalah salah satu 'gimmick' untuk mengundang warga Kota Bandung datang ke area tersebut. Hal ini merupakan bagian dari konsep besar membuat waterfront atau posisi sungai sebagai halaman depan rumah masyarakat. Sehingga, warga yang akan mengotori area tersebut akan merasa segan.

Tak hanya kafe, di ruas area saluran irigasi tersebut pun rencananya akan dibuat berbagai fasilitas warga. Hal ini, diharapkan dapat menarik kegiatan ekonomi warga.

"Kita harapkan satu kawasan semunya sungainya bersih tertata karena dianggap sebagai halaman depan. Segmen-nya bisa beda-beda, kafe itu dibuat agar gimmick-nya kuat. Kalau sudah dianggap sebagai sesuatu yang menarik, masyarakat juga akan antusias untuk menata," paparnya.

AYO BACA : 5 Kafe di Bandung dengan Suasana Vintage

Dia berharap kafe tersebut dapat segera teralisasi. Pihaknya memberi keleluasaan eksekusi konsep kepada para pengurus RW setempat.

"Kami sih berharapnya Sabtu-Minggu saja supaya menekankan kalau kafe itu tidak permanen. Misalnya jalannya dibuat jadi Car Free Day, jadi sekalian bisa jadi tempat main," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, Nanan Subarnya mengatakan, kafe tersebut belum dapat direalisasikan sementara ini karena masih mencari tenant pedagang. Kafe pun disebut bukan merupakan konsep permanen yang akan selamanya berada di tempat tersebut.

"Sekarang belum ada tenant yang bagus dan seragam seperti d Taman Regol misalnya. Kalau ada kafe tapi tidak ada yang jualan kan kurang pas. Nanti dikelola masyarakat sekitar," ujarnya ketika ditemui di balai RW.

"Kami sebagai penerima manfaat akan menjaga dan mengembangkannya. Tadinya kan kumuh, sekarang sudah tertata dan viral. Bisa dipakai main anak-anak juga. Ya multifungsi saja," jelasnya.

AYO BACA : 4 Wisata Ramah Keluarga untuk Tahun Baruan di Bandung

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers