web analytics

Bahas Soal Kawin Mut'ah di Puncak, Ini Hasil Ijtima Ulama di Bogor

clockRabu, 18 Desember 2019 05:26 WIB
Umum - Regional, Bahas Soal Kawin Mut'ah di Puncak, Ini Hasil Ijtima Ulama di Bogor, ijtima ulama, ijtima ulama di bogor, kawin mut'ah, kawin kontrak

Ketua MUI Kabupaten Bogor K.H. Ahmad Mukri Aji (ketiga kanan) didampingi Bupati Bogor Ade Yasin (tengah) mengalungkan medali kepada kader ulama dalam acara Wisuda Pendidikan Kader Ulama angkatan XIII dan Ijtima 3000 ulama di Gedung Tegar Beriman, Cibinong , Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/12/2019). (republika)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM--Ijtima bertajuk "Ulama dan Masa Depan Indonesia" yang diikuti 3.000 ulama dari 27 kota dan kabupaten se-Jawa Barat, di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (17/12), menghasilkan sembilan poin kesepakatan.

"Setelah dilaksanakan pertemuan para ulama atau ijtima ulama dengan jumlah 3.000 ulama, maka kami menyepakati sembilan poin," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji usai acara.

Bupati Bogor, Ade Yasin menganggap bahwa Ijtima 3.000 Ulama yang digelar di daerahnya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, merupakan ajang sinergi antara umat Islam dan pemerintah.

"Bagaimana umat Islam di Kabupaten Bogor lebih bersinergi, antara umat dengan pemerintah," ujarnya usai menghadiri Ijtima 3.000 Ulama bertajuk "Ulama dan Masa Depan Indonesia" itu.

Menurut Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu, para ulama di Kabupaten Bogor berpeluang untuk berkiprah dalam program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, salah satunya mengisi kekosongan posisi guru agama.

"Kita mematangkan ulama-lama muda, kalau kekurangan guru agama bisa dari sini. Agar mereka bisa berpartisipasi untuk pembangunan," kata Ade Yasin.

Pasalnya, pada Ijtima 3.000 Ulama, digelar pula Wisuda Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan ke-XIII. Program PKU ini berlangsung selama empat bulan setiap tahunnya. Para pesertanya berjumlah 50 orang yang lulus seleksi, berasal dari utusan MUI kecamatan, pondok pesantren, Ormas Islam, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Bogor.

"Pembekalan dari segi keagamaan. Ketika masuk mereka harus punya dasar, di sini hanya memoles agar lebih kompetitif, syaratnya kan sarjana dan bisa baca tulis Alquran," bebernya.

Ade Yasin mengaku terkesan atas konsistensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor menyelenggarakan PKU. Karena, di Jawa Barat, hanya Kabupaten Bogor yang secara konsisten menggelar PKU dari tahun ke tahun, sehingga PKU Kabupaten Bogor akan dijadikan percontohan.  

Sembilan poin hasil kesepakatan 3.000 ulama tersebut, sebagai berikut:

1. Radikalisme atas nama agama yang dimanifestasikan dalam bentuk aksi berupa upaya untuk mengubah bentuk negara dan tidak mengindahkan mekanisme konstitusional yang berlaku, merupakan bentuk pengkhianatan terhadap kesepakatan bangsa Indonesia. Perilakunya dikategorikan sebagai makar;

2. Mendorong pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan terhadap praktik-praktik prostitusi dan nikah mut’ah yang berada di wilayah Kabupaten Bogor sesuai dengan aturan yang berlaku;

3. Mendorong lembaga keagamaan Islam untuk meningkatkan pengumpulan dan pendistribusian serta peningkatan kualitas manajemen pengelolaan zakat dan wakaf. Untuk itu, perlu penguatan terhadap kualitas kelembagaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), agar bisa berperan lebih baik lagi;

4. Mendorong pemerintah untuk memfasilitasi dan mengalokasikan dana kepada ormas Islam, lembaga keagamaan Islam dan lembaga pendidikan agama Islam dengan tujuan agar dapat berperan aktif membantu pemerintah mewujudkan visi Kabupaten Bogor Berkeadaban;

5. Pemerintah daerah segera mengimplementasikan peraturan tentang keharusan sertifikasi halal seluruh produk obat-obatan, makanan, minuman dan produk lainnya sebagaimana diamanahkan oleh Undang-Undang Jaminan Produk Halal;

6. Dalam rangka meningkatkan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS), mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan dana Program Wajar Diknas (Kesetaraan; Paket A, B, dan C) yang secara khusus diperuntukkan bagi pondok pesantren Salafiyah di Kabupaten Bogor;

7. Mendorong pemerintah daerah untuk dapat mengalokasikan bantuan pemeliharaan serta memfasilitasi program dakwah di masjid besar setiap kecamatan;

8. Mendorong pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa bagi putra daerah penghafal Alquran yang ada di Kabupaten Bogor;

9. Mendorong pemerintah daerah untuk melakukan peningkatan kuantitas dan kualitas guru agama non-PNS/honorer serta menambah jam pendidikan agama di sekolah maupun madrasah, baik negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Bogor.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Rizma Riyandi

terbaru

Jual Surat Tes Antigen Palsu, Petugas Puskesmas di Indramayu Diciduk P...

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 20:24 WIB

Seorang petugas di sebuah Puskesmas di Kabupaten Indramayu diciduk polisi. Ia ditangkap karena diduga memalsukan surat h...

Umum - Regional, Jual Surat Tes Antigen Palsu, Petugas Puskesmas di Indramayu Diciduk Polisi, Surat Tes Antigen Palsu,Polres Indramayu,Petugas Puskesmas di Indramayu

Polres Gandeng Ormas dan Mahasiswa Bagikan Bansos Beras

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 20:20 WIB

Polres Cianjur menggandeng elemen mahasiswa, ormas, dan tokoh agama dalam membagikan bantuan sosial beras kepada masyara...

Umum - Regional, Polres Gandeng Ormas dan Mahasiswa Bagikan Bansos Beras, Polres,Cianjur,Ormas,mahasiswa,Bansos Beras,terdampak Covid-19

Wagub Jabar Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 19:54 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menekankan inovasi dan kolaborasi pada HUT ke-389 Kabupaten Tasikmalaya, Seni...

Umum - Regional, Wagub Jabar Tekankan Inovasi dan Kolaborasi, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum,Pemda Prov Jabar,Inovasi dan Kolaborasi,HUT ke-389 Kabupaten Tasikmalaya

Purwakarta Terima 5.000 Dosis Vaksin Covid-19 5.000 Dosis, Bupati Sebu...

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 18:21 WIB

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menerima vaksinasi Covid-19 sebanyak 500 vial atau 5.000 dosis pada bulan ini.

Umum - Regional, Purwakarta Terima 5.000 Dosis Vaksin Covid-19 5.000 Dosis, Bupati Sebut Tidak Cukup, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika,vaksin covid-19 Purwakarta,Vaksinasi Covid-19 di Purwakarta

Bansos Beras Mulai Disalurkan ke 3.000 KPM Terdampak PPKM Level 3 di C...

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 14:30 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Cianjur menyerahkan langsung bantuan sosial beras kepada enam kepala kelurahan dan lima kepala d...

Umum - Regional, Bansos Beras Mulai Disalurkan ke 3.000 KPM Terdampak PPKM Level 3 di Cianjur, Bansos beras Cianjur,Bansos PPKM Level 4 Cianjur,PPKM Level 4 Cianjur,Bansos Covid-19 Cianjur,Cianjur

BST Rp300 Kemensos Ditargetkan Selesai Didistribusikan Awal Agustus

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 12:32 WIB

Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga terdampak Covid-19 terus didistribu...

Umum - Regional, BST Rp300 Kemensos Ditargetkan Selesai Didistribusikan Awal Agustus, bst kemensos,bst kemensos cair,Bantuan Sosial Tunai (BST),KEMENSOS,Bantuan Covid-19

Hendak Jemput Pasien, Ambulans Tabrakan di Cianjur

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 12:32 WIB

Sebuah ambulans mengalami kecelakaan tunggal di Jalan KH Abdullah bin Nuh, Kabupaten Cianjur. Tidak ada korban jiwa dala...

Umum - Regional, Hendak Jemput Pasien, Ambulans Tabrakan di Cianjur, Ambulans kecelakaan Cianjur,kecelakaan ambulans Cianjur,Cianjur,Informasi Kecelakaan Cianjur,kecelakaan Cianjur

Update Zona Risiko Covid-19 Jabar 26 Juli 2021

Regional Senin, 26 Juli 2021 | 12:05 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengumumkan peta zona risiko Covid-19 terbaru di Jawa Barat (Jabar), Senin, 26 J...

Umum - Regional, Update Zona Risiko Covid-19 Jabar 26 Juli 2021, zona risiko covid-19 Jabar,Update zona covid-19 jabar,Zona Merah Covid-19,Zona Merah Covid-19 Jabar,zona merah jabar
dewanpers
arrow-up