web analytics
  

Sri Mulyani Cs Gagalkan Penyelundupan Mobil dan Motor Mewah di Tanjung Priok

Selasa, 17 Desember 2019 11:11 WIB
Umum - Nasional, Sri Mulyani Cs Gagalkan Penyelundupan Mobil dan Motor Mewah di Tanjung Priok, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Penyelundupan Mobil Mewah, Penyelundupan Motor Mewah,

Barang bukti mobil mewah yang diselundupkan di Pelabuhan Tanjung Priok. (Suara.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali membongkar penyelundupan mobil dan sepeda motor mewah lewat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kali ini, kasus penyelundupan melibatkan sejumlah perusahaan. 

Pengungkapan ini dilakukannya di Terminal Peti Koja Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Kapolri Idham Aziz, Jaksa Agung, ST Burhanuddin; Wakil Ketua Komisi XI, DPR RI, Fathan; dan anggota Komisi XI DPR RI, Soepriyatno.

"Jadi ada 19 mobil dan jumlah motor 35 dengan pola penyelundupan kontainer, ini dari penyelundupan Pelabuhan Tanjung Prioknya," kata Sri Mulyani di Terminal Peti Koja, Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (17/12/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, modus yang digunakan dalam kasus penyelundupan kali ini adalah dengan memberitahukan barang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

AYO BACA : Skandal Penyelundupan Harley, 4 Direksi Garuda Indonesia Dicopot

"Jadi mereka (perusahaan penyelundupan) mengaku melakukan impor batu bata," ucap dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, penyelundupan motor dan mobil mewah tersebut dilakukan oleh PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP. Perusahaan-perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari negara Singapura dan Jepang.

Dalam hal ini, PT SLK menyelundupkan mobil Porsche GT3RS dan Alfa Romeo dari Singapura dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp 2,9 miliar.

Sedangkan, PT TJI menyelundupkan Mercedez Benz, BMW tipe CI330 model GH-AU30, BMW tipe CI330 Series E46, Jeep TJ MPV, mobil Toyota Supra, mobil Jimny, 8 rangka motor, 8 mesin motor, dan motor Honda Motocompo dari Jepang dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp 1,07 miliar.

Untuk diketahui, berdasarkan data Direktorat Bea dan Cukai sepanjang tahun 2016 hingga 2019 sebanyak 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor atau rangka motor atau mesin motor mewah berbagai merek telah diamankan.

AYO BACA : Begini Skandal Penyelundupan Harley Davidson di Pesawat Garuda

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers