web analytics
  

90% Pekerja Informal Purwakarta Belum Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 17 Desember 2019 14:51 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, 90% Pekerja Informal Purwakarta Belum Ikut BPJS Ketenagakerjaan, pekerja informal, BPJS ketenagakerjaan, berita urwakarta, purwakarta hari ini, ayopurwakarta

Logo BPJS Ketenagakerjaan.

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwakarta Herry Subroto menyebut masih banyak pekerja informal di Purwakarta yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Masih banyak, ada sekitar 90% belum masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," ungkap dia pada acara Media Gathering di Purwakarta, Selasa (17/12/2019).

Sementara perusahaan yang sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 2.814 perusahaan dengan total rincian 192.416 orang. "Dari jumlah itu iuran masuk selama 2019 sebesar Rp689,4 miliar" ujar dia.

Ia menjelaskan, pekerja formal memang sudah besar karena Purwakarta adalah daerah industri. Namun untuk informal, pangsanya tergolong masih kecil.

AYO BACA : BPJS Ketenagakerjaan Cimahi Luncurkan Inovasi Jemput Bola

Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah BPJS Ketenagakerjaan untuk mengedukasi mereka agar mengetahui pentingnya mengikuti jaminan sosial ini.

"Perusahaan formal atau informal wajib menjadi peserta BPJS, termasuk warga negara asing yang telah bekerja selama enam bulan. Saat ini, sebanyak 42 juta pekerja dari informal (di Indonesia) belum masuk kepesertaan. Sedangkan formal perusahaan-perusahaan sudah masuk sebanyak 70% dengan mayoritas perusahaan besar," kata dia.

Selain itu, untuk jaminan kematian, kata Herry, santunan naik 100% dari nominal Rp23, 2 juta menjadi Rp42 juta, meliputi santunan kematian Rp20 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, dan santunan berkala Rp12 juta.

Tak hanya itu, jaminan kecelakaan pun terjadi kenaikan semisal santunan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, seperti biaya alat bantu dengar Rp 2,5 juta, biaya kacamata Rp 1 juta, dan biaya Homecare Rp 20 juta (maksimum). 

"Di Purwakarta banyak kejadian kecelakaan dalam bekerja. Bahkan ada sebanyak 1.582 per tahun atau diratakan 9 kasus per harinya. Kasus ini meningkat dari semula hanya 5 kasus per hari. Biasanya kecelakaan terjadi pada kecelakaan roda dua. Jadi, kami saat ini mesti memberikan santunan beasiswa untuk maksimal dua anak," ujar Herry.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers