web analytics
  

Keripik Tempe Asal Garut Jadi Favorit di Jepang dan Korea Selatan

Selasa, 17 Desember 2019 04:00 WIB
Bandung Raya - Bandung, Keripik Tempe Asal Garut Jadi Favorit di Jepang dan Korea Selatan, Keripik Tempe, Garut, Favorit, Jepang, Korea Selatan,

[Ilustrasi] Tempe menjadi bahan dasar pembuatan keripik Tempe Kojo. (Wikipedia)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Dian Hadiansyah, mantan Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Garut, berhasil menjadi pengusaha keripik tempe yang diberi nama Tempe Kojo. Usaha makanan dari kedelai tersebut berhasil merambah pasar internasional mulai dari Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Jerman.

"Alhamdulillah yang sudah regular ekspor untuk Tempe Kojo itu ada Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, kita juga sudah memasarkan ke Inggris dan Jerman," kata Dian Hadiansyah, dikutip dari Republika, Selasa (17/12/2019).

Menurut dia, rata-rata permintaan Keripik Tempe Kojo dari pasar ekspor mencapai 1.000 bungkus per bulan. Keripik tempe buatan Dian saat ini sudah dipasarkan oleh distributor Prima Pangan Utama Garut, toko oleh-oleh dan juga dijual secara daring di marketplace.

"Tapi kalau rata-rata produksi harian itu sekitar 2.000 pieces dan sebagian besar memang masih dipasarkan untuk pasar lokal. Untuk harganya kita mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per bungkus, tergantung rasa atau varian," ujarnya.

Dian yang pernah bekerja di Jepang ini mengatakan, dirinya memutuskan berhenti menjadi pekerja migran pada tahun 2016. Dian mengawali usaha tempe saat masih bekerja di Jepang, yakni saat dia menjadi, yang bekerja di sektor manufaktur Jepang pada tahun 2001-2004.

Setelah itu, dia kembali memperpanjang kontrak di Jepang dan di sela-sela kesibukannya bekerja, Dian menggeluti usaha tempe dengan menggambungkan bahan baku rempah lokal dan kacang hokaido Jepang. Dia mengatakan, karena keterbatasan regulasi, ayah tiga anak itu mengawali usahanya dengan cara menjual tempe dari pintu ke pintu. Waktu itu, Dian menjual keripik tempe kepada sesama PMI dan orang Jepang yang sudah dikenalnya.

"Alhamdulillah permintaan tempe di sana bagus. Banyak orang Jepang mencari dan menyukai tempe. Mungkin itu karena makanan khas Indonesia ini tidak diproduksi negara lain," tuturnya.

Setelah pulang ke Indonesia, Dian mulai fokus mengembangkan usaha pembuatan keripik tempe sejak 2017. Dia mendaftarkan produknya dengan nama Keripik Tempe Kojo.

"Nama kojo diambil dari nama pabrik tempat saya duku bekerja di Jepang. Dan dalam Bahasa Sunda, 'kojo itu kan artinya sesuatu yang sering dipakai atau diandalkan," tuturnya.

Dia mengatakan, untuk meningkatkan kemampuan dalam berwirausaha dia sering mengikuti berbagai pelatihan wirausaha seperti yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diaperindag) dan Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLKPMI).

Dengan ketekunan, kerja keras dan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat ini usahanya terus membesar dan bahkan bisa menjajal pasar ekspor.

"Jadi dengan membuka usaha Keripik Tempe Kojo saya bukan hanya bisa mencukupi kebutuhan finansial keluarga namun juga turut membuka lapangan pekerjaan untuk yang lain," ujarnya.

Keripik "Tempe Kojo" Dian juga pernah mewakili Pekerja Migran Indonesia (PMI) se-Jawa Barat (Jabar) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Dian mengikuti pameran dagang terbesar di Indonesia tersebut setelah ditunjuk oleh Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bandung.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers