web analytics
  

OJK: Inklusi dan Literasi Keuangan di Jabar Terus Meningkat

Jumat, 13 Desember 2019 22:40 WIB Dadi Haryadi

Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan. (Dok Humas OJK Regional 2 Jawa Barat)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- OJK bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berupaya memperluasan akses keuangan masyarakat di Jabar. Pasalnya, akses keuangan erat kaitannya tidak hanya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung tersedianya sumber pembiayaan pembangunan ekonomi.

Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan selaku Pengarah TPAKD Jawa Barat Triana Gunawan mengatakan pihaknya menjalankan 5 program kerja dengan mengusung tema “Meningkatkan Inklusi Keuangan menuju Desa Juara”. Program kerja yang telah diimplementasikan TPAKD Provinsi Jawa Barat yaitu Optimalisasi Laku Pandai guna melayani masyarakat mengakses KUR dan produk keuangan lainnya serta melakukan business matching antara pelaku UMKM dan pengusaha.

Di akhir tahun 2019 ini, OJK telah melakukan survei inklusi dan literasi keuangan. Dari hasil survei tersebut, target tingkat inklusi sebesar 75% dan literasi keuangan sebesar 35% di akhir tahun 2019 telah tercapai.

AYO BACA : DPR Bakal Bentuk Badan Pengawas OJK

"Tingkat inklusi Jawa Barat sebesar 88,48% meningkat dari survei pada tahun 2016 sebesar 71,4%. Serta tingkat literasi Jawa Barat sebesar 37,43% meningkat dari survei pada tahun 2016 sebesar 33%," ujarnya pada Rapat Pleno TPAKD Provinsi Jawa Barat Semester 2 Tahun 2019 di Gedung Sate, Jumat (13/12/2019).

Dia menjelaskan melalui sinergi dengan berbagai pihak, program peningkatan akses keuangan di Jawa Barat sampai dengan akhir Oktober 2019 telah diimplementasikan dengan baik dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat dan pelaku UMKM.

Kredit UMKM, kata dia, telah mencapai 26,8% dari total kredit perbankan dengan outstanding sebesar Rp127,4 triliun. Sedangkan KUR yang telah disalurkan mencapai Rp15,89 triliun atau mencapai 12,48% dari total KUR secara nasional sebesar Rp127,3 triliun.

AYO BACA : OJK: UMKM Bisa Manfaatkan Fintech untuk Pinjam Modal Usaha

Dengan berkembangnya teknologi, lanjut Triana, upaya perluasan akses keuangan di daerah ke depannya harus didukung dengan teknologi, baik dalam pengumpulan database UMKM maupun penyedian delivery channel yang murah dan luas jangkauannya.

"Untuk tahun 2020, kami mengusung tema Meningkatkan Pemberdayaan UMKM di Daerah Melalui Penguatan Peran Sektor Jasa Keuangan, dengan kegiatan utama yakni Business Matching TPAKD dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir," katanya.

Menurut dia, meningkatnya akses keuangan masyarakat akan meningkatkan jumlah simpanan dan investasi yang kemudian terefleksikan dalam penyaluran kredit/pembiayaan dari sektor jasa keuangan untuk mendorong laju perekonomian.

Khususnya untuk Indonesia, upaya ini menjadi sangat penting karena tingkat inklusi keuangan masyarakat tergolong masih rendah dibandingkan negara tetangga.

"Penyediaan akses keuangan tentunya juga harus diiringi dengan upaya melakukan edukasi keuangan masyarakat. Dengan pemahaman
masyarakat yang cukup, masyarakat akan lebih mengetahui produk keuangan yang sesuai dengan profil dan kebutuhannya, serta dapat menghindarkan mereka dari risiko kerugian akibat dari terjerumus investasi ilegal maupun risiko akibat penggunaan teknologi," katanya.

AYO BACA : OJK Dorong Perbankan Lakukan Percepatan Inovasi Digital

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers