web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Soal Penataan Tamansari, Ridwan Kamil: Wali Kota Bandung Sudah Beritikad Baik

Jumat, 13 Desember 2019 22:14 WIB Dadi Haryadi

Sejumlah petugas Satpol PP bergotong royong memindahkan barang-barang milik warga terdampak penataan kawasan Tamansari RW 11 selang kegiatan penertiban bangunan untuk keberlanjutan pembangunan rumah deret Tamansari di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Kamis (13/12/2019). (Dok. Humas Setda Kota Bandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons progres penataan kawasan Kelurahan Tamansari RW 11 di Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, yang lahannya hendak dijadikan rumah deret.

Menurutnya, Wali Kota Bandung Oded M Danial, telah memberi solusi untuk warga terdampak pembangunan dengan memberi kompensasi berupa kontrakan selama pembangunan rumah deret dilangsungkan.

Hal itu seperti yang dilakukan terhadap mayoritas warga yang sudah pindah sementara menunggu pembangungan rumah deret Tamansari selesai.

"Terkait Rumah Deret Tamansari, Walikota Bandung, Oded M Danial, kemarin sudah beritikad baik dengan menemui langsung warga terdampak dan memberikan solusi," kata Ridwan Kamil, Jumat (13/12/2019).

AYO BACA : Oded Klaim Penertiban di Tamansari Telah Sesuai Prosedur

Dia pun mengungkapkan bahwa program penataan kawasan kumuh Tamansari sudah diinisiasi sejak tahun 2007 sejak masa pemerintahan Wali Kota Dada Rosada sebagai tindak lanjut program pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat.

Program itu kemudian dilanjutkan berupa finalisasi konsep penataan saat masa Ridwan Kamil menjabat Wali Kota Bandung periode 2013-2018. "Dan sekarang dieksekusi oleh Wali Kota Oded M. Danial," terangnya.

Menurutnya, bila pembangunan rumah deret selesai, maka para warga terdampak yang sebenarnya menyewa lahan milik negara tersebut akan kembali mendapatkan hak menempati kawasan dengan mendapatkan unit hunian yang lebih luas, lebih sehat, jauh dari kekumuhan, dan lebih manusiawi.

"Sehingga memberi kesempatan warga Kota Bandung lainnya yang masih tinggal di kawasan kumuh, untuk bisa tinggal di Tamansari dengan harga terjangkau. Sungguh niat yang sesungguhnya pro rakyat kecil," tambahnya.

AYO BACA : Sambangi Warga Tamansari, Oded Sampaikan Ini

Dia pun menyampaikan bahwa dialog demi dialog bersama warga sebelumnya sudah dilakukan dan hasilnya mayoritas warga atau sebanyak 176 kepala keluarga (KK) Tamansari setuju dan mendukung keberlanjutan rumah deret.

"Karena mereka paham bahwa mereka akan kembali lagi ke tempat masa kecilnya itu. Karenanya kelompok 90% alias silent majority ini bersedia pindah sementara dan tidak mempermasalahkan," katanya.

Namun begitu, lanjutnya, terdapat 15 KK atau sekitar 10% yang masih menolak pembangunan dengan berbagai alasan. Keberatan itu pun sudah difasilitasi oleh Komnas HAM untuk mediasi dengan pemerintah kota dan dipersilakan menggugat melalui PTUN.

"Hasilnya oleh PTUN gugatannya tidak diterima," katanya.

Karena semua prosedur telah jelas, berikut hasil gugatan dari PTUN, maka Ridwan menyesalkan jika masih ada anggapan negatif dalam penertiban.

"Semoga di kemudian hari semua pihak bisa menahan diri dan menggunakan cara-cara yang sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Dan insyaallah Wali Kota Bandung akan memberikan solusi terbaik untuk warganya," kata Ridwan.

AYO BACA : DPKP3: Rumah Deret Jadi Langkah Pemkot Tangani Kawasan Kumuh

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers