web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Jalan Rusak, Warga Sindangkerta Protes Pemkab Bandung Barat

Kamis, 12 Desember 2019 21:50 WIB Tri Junari

Jalan rusak di Kampung Peusing dan Kampung Malaka, Desa dan Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Ayobandung.com/Tri Junari)

SINDANGKERTA, AYOBANDUNG.COM -- Kesal akibat jalan di wilayah mereka tidak kunjung diperbaiki, warga Kampung Peusing dan Kampung Malaka, Desa dan Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyulap jalan umum jadi kebun pisang. 

Di jalan yang berstatus jalan kabupaten itu warga menanam puluhan batang pohon pisang, tidak hanya itu warga juga menuliskan kalimat yang menjadi ungkapan kekesalan pada kinerja pemerintah KBB.

Beberapa tulisan yang dibuat dan digantungkan di pohon pisang seperti, 'Kemana Pemimpin Kami'; 'Apakah Pemimpin Kami Pura-pura Buta dan Tuli'; 'Kami Butuh Pemimpin yang Amanah'; 'Jalan Terbengkalai Sudah Empat Periode'; 'Bukankah Jadi Pemimpin Itu Harus Amanah'; dll. Aksi tanam pohon pisang di jalan sebagai bentuk protes ini sudah berlangsung sejak Rabu (11/12/2019). 

AYO BACA : Warga Sindangkerta Tanam Pohon Pisang di Tengah Jalan Rusak

Salah seorang warga, Didin (30) mengaku selama ini banyak warga yang mengeluh soal rusaknya jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan yang kondisinya berlubang sepanjang 500 meter tersebut, 

karena banyak kejadian warga terjatuh saat naik motor. Awalnya jalan itu sering dilewati truk tambang, tapi kini sudah lama tambang itu tidak aktif.

"Banyak warga yang kecewa dan menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena sudah lama juga tidak diperbaiki," ucapnya. 

AYO BACA : Perbaikan Jalan di KBB Tersisa 40%

Warga lainnya Saiful Rachman (43) mengatakan, sejak dirinya masih kuliah pada tahun 2009 jalan tersebut sudah rusak. Ironisnya sampai sekarang jalan tersebut seperti yang tidak pernah tersentuh perbaikan. 

Itu yang memicu pada akhirnya warga menumpahkan kekesalannya dengan melakukan aksi kreatif menanam pohon pisang di jalan yang rusak. 

"Ya wajar jika akhirnya warga kesal dan kecewa, karena sudah terlalu lama jalan itu tidak tersentuh perbaikan. Dari sejak saya masih kuliah tahun 2009 sampai sekarang sudah bekerja dan berkeluarga kondisinya masih sama, bahkan lebih parah," keluhnya. 

Perwakilan BPD Wilayah Dusun 2 Desa Sindangkerta, Arif Rahman menyebutkan atas munculnya aksi tanam pohon pisang di jalan dilakukan rapat koordinasi antara BPD dan pemerintah Desa Sindangkerta. 

Hasilnya jalan penghubung Malaka-Majelis secara legalitas status jalan tersebut adalah jalan kabupaten. Jalan rusak itu berada di wilayah Dusun 2 Kampung Cibungur RT 03/02 yang panjangnya kurang lebih 500 meter dengan lebar 5 meter.

"Aksi menanam pohon itu sebagai demo idiologi secara kreatif dan santun yaitu dengan menanam pohon pisang di bagian jalan yang berlubang," katanya.

AYO BACA : 11 Paket Lelang Infrastruktur Jalan di KBB Tanpa Pemenang

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers