web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Digigit Ular Berbisa, Lakukan Hal Ini

Kamis, 12 Desember 2019 18:58 WIB Husnul Khatimah

Ular Kobra merupakan salah satu ular berbisa. (pixabay.com)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Penangkapan ular berbisa jenis kobra di Bojonggede menghebohkan warga Bogor. Tak sedikit warga yang merasa khawatir karena ular tersebut bisa saja menggigit. 

Ketua Komunitas Reptil Action, Rizky Maulana kepada ayobogor membagikan cara penanganan yang benar jika digigit jenis ular berbisa.

AYO BACA : Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Saat Temukan Kobra di Rumah

Rizky mengatakan hal pertama yang mesti dilakukan setelah digigit ular adalah menjauhkan korban dari ular yang menggigit. 

"Penanganan gigitan ular pertama yang dilakukan jauhkan korban dari ular, jangan sampai ular menggigit kita atau teman kita tergigit ulang karena bisa dua kali injeksi dari bisa ular itu," ujar Rizky, Kamis (12/12/2019).

AYO BACA : 9 Cara Mencegah Ular di Area Permukiman

Dia mengatakan setelah korban dijauhkan dari ular kemudian perhatikan ciri-ciri fisik ular tersebut mulai dari warna, corak dan bentuk kepala. 

"Ciri-ciri ular akan jadi referensi ketika penanganan di rumah sakit. Kalau sempat difoto aja ularnya, jadi langsung bisa diidentifikasi sama dokter jenis ularnya apa dan cara penangannya yang tepat seperti apa," kata Rizky. 

Langkah selanjutnya sambung Rizky yakni tenangkan korban dan basuh luka gigitan ular dengan air. Dia mengatakan setelah dibasuh jika pada bekas gigitan terdapat titik dua maka dipastikan ular tersebut berbisa. 

"Setelah dibasuh dibalut dengan kain, bukan diikat tapi dibalut, tujuannya agar lukanya tidak digaruk korban karena ada bisa ular yang menimbulkan gatal. Kalau gatal, korban bisa tidak terkontrol untuk menggaruk bekas luka yang justru memperparah luka," kata Rizky. 

Setelah dibalut korban kemudian diberikan gips menggunakan kayu. Tujuannya agar korban tidak banyak bergerak, sebab jika terlalu banyak bergerak bisa ular akan semakin cepat mengalir.

AYO BACA : Ular Bekeliaran di Permukiman Dianggap Logis, Bukan Mistis

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers