web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Kemendikbud: UN Tidak Dihapuskan Namun Diganti

Kamis, 12 Desember 2019 14:29 WIB

Ujian Nasional. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno menegaskan, Ujian Nasional (UN) tidak dihapus melainkan formatnya diganti.

"UN tidak dihapuskan, namun diganti dengan evaluasi atau penilaian yang lebih baik. Karena kita ingin penilaian ini nantinya lebih mengarah pada tingkat penalaran siswa," ujar Totok di Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Dia menambahkan, selama ini UN didominasi oleh penguasaan konten mata pelajaran. Padahal ke depan, yang dibutuhkan oleh siswa adalah kemampuan bernalar.

AYO BACA : Ini Kebijakan Nadiem Tentang UN, USBN, RPP, dan PPDB Zonasi

"Jadi perubahan itu, yang tadinya UN lebih kepada menilai pemahaman konten anak-anak kita, nanti lebih kepada kemampuan bernalar, kemampuan berpikir kritis," ujarnya.

Totok menegaskan UN tidak bisa dihapuskan karena amanat UU. Hanya diganti dengan penilaian yang menekankan pada kemampuan bernalar.

Nantinya, bentuk penilaiannya seperti soal-soal PISA maupun AKSI yang dibuat oleh Kemendikbud. Untuk survei karakter, karakter seperti apa yang dibutuhkan pada masa depan.

AYO BACA : UN Dinilai Masih Relevan

Disinggung mengenai menurunnya motivasi anak karena tidak ada UN, Totok mengatakan, kemampuan anak tidak bisa dibangkitkan pada saat ujian saja, melainkan harus dalam kesehariannya.

"Melalui penilaian yang formatnya sudah berubah itu, maka bisa diketahui bagaimana kemampuan anak yang sebenarnya," kata dia.

Guru-guru harus melakukan penilaian yang sifatnya formatif, atau perbaikan secara terus-menerus. Semangat belajar harus dibangkitkan dalam keseharian, melalui penilaian harian, mingguan dan bulanan.

Mulai 2021, Kemendikbud mengubah format UN yang sebelumnya dilakukan pada akhir jenjang, menjadi pertengahan jenjang. Penilaian itu mengukur kompetensi siswa dan karakter yang dimiliki oleh siswa itu.

AYO BACA : Soal Penghapusan UN, Buya Syafii: Ini Bukan Gojek

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers