web analytics
  

Polres Purwakarta Bekuk Perampok Nasabah Modus Gembos Ban

Rabu, 11 Desember 2019 19:18 WIB Dede Nurhasanudin

Pengungkapakan kasus perampokan modus gembos ban oleh Polres Purwakarta, Rabu (11/12/2019). (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Polres Purwakarta menangkap dua tersangka perampokan nasabah bank dengan modus gembos ban.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, dua tersangka berinisial HJ dan HH terpaksa dilumpuhkan di bagian kakinya karena melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri saat dibekuk petugas.

"Tersangka HJ dibekuk di Bekasi sementara HH di Palembang, kedua tersangka terpaksa dilumpuhkan karena melakukan perlawanan," ungkap Kapolres dalam konferesi pers di Aula Polres Purwakarta, Rabu (11/12/2019).

Saat ini, polisi masih memburu tiga tersangka lainnya yang membantu HJ dan HH melancarkan aksi perampokan nasabah bank. "Tiga tersangka yang masih buron adalah Y,A dan R, kami masih melakukan pengejaran kepada mereka," kata dia.

AYO BACA : Pertamina Buka Puluhan Outlet Bright Gas untuk Lima Daerah Jabar

Sebelumnya, kelima tersangka melakukan perampokan dengan modus gembos ban kepada nasabah bank di Jalan Veteran, Kabupaten Purwakarta pada Oktober 2019 lalu.

Kelima tersangka berbagai tugas saat korban telah mengambil uang di salah satu bank di Purwakarta. "Kelima korban ada yang membuntuti, pasang paku dan eksekusi mengambil uang milik korban di dalam mobil," ujar Kapolres.

Para komplotan pelaku ini berhasil menggondol uang milik korban sebesar Rp400 juta. Namun uang tersebut telah habis digunakan para tersangka untuk berfoya-foya.

"Dari total uang Rp400 juta itu yang berhasil kami selamatkan Rp4 juta, karena uangnya habis digunakan foya-foya oleh para tersangka," kata dia. Para pelaku pun terancam Pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun.

AYO BACA : Kepadatan Diprediksi Bergeser ke Purwakarta Saat Japek II Beroperasi

Masyarakat Bisa Minta Dikawal

Matrius juga mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati jika mengambil uang dengan nominal besar mengingat perisitiwa hukum yang telah terjadi di Purwakarta itu.

"Untuk meminimalisasi terjadinya perampokan, masyarakat harus memastikan jika tidak ada yang mengikuti atau membuntuti saat keluar dari bank," kata Matrius.

Matrius juga meminta masyarakat untuk berkoordinasi dengan petugas kepolisian untuk melakukan pengawalan agar hal serupa tidak terulang.

"Kita melakukan pengawalan kepada mereka dengan gratis," kata dia.

AYO BACA : Menguji Adrenalin di Sungai Cikondang Purwakarta

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers