web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Mengenal Peristiwa Bandung Lewat Koran Lawas

Selasa, 10 Desember 2019 21:29 WIB Mildan Abdalloh

Sejumlah pengunjung memperhatikan koran lama di Festival Buku Bandung Timur. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

PANYILEUKAN, AYOBANDUNG.COM -- Festival Buku Bandung Timur yang digelar Post LPIK di Teras Sunda, Cibiru, Kecamatan Panyileukan Kota Bandung, tidak hanya menghadirkan sejumlah penerbit dan pelapak koran. Namun, juga menghadirkan literasi lawas, seperti koleksi koran lawas milik Indra Prayana.

Terdapat sejumlah koleksi koran milik Indra yang dipamerkan dalam Festival Buku Bandung Timur. Sebagian besar koran-koran tersebut terbitan Bandung.

Sebut saja Harpan Rakjat yang terbit pada Oktober 1966, Java Post 1914, Kaom Moeda 1914, Bandung Pos 1971, Sipatahoenan 1963 dan sejumlah koran lain.

Membaca koran lawas tersebut secara tidak langsung mengenal peristiwa yang terjadi di Kota Kembang puluhan tahun silam.

AYO BACA : Soeara Merdeka, Koran Pertama Setelah Proklamasi, Terbit di Bandung (1)

Seperti yang terlihat dalam koran integritas nomor 1 tahun ke V yang terbit pada 16 Januari 1977. Isi dari koran tersebut menceritakan gerakan mahasiswa ITB yang menolak Suharto sebagai presiden RI.

Di lain koran, nampak tertulis Peristiwa Petrus (Penembakan Misterius) terhadap seorang lelaki.

Headline-headline dalam koran lawas tersebut, ada yang masuk dalam catatan sejarah, namun ada juga yang luput.

Membaca koran lawas, membuat orang menjadi lebih tahu Bandung pada jaman dulu, termasuk sebuah koran yang menceritakan mahasiswa yang berambut gondrong dianiaya oleh sekelompok orang karena rambutnya dianggap tidak patut.

AYO BACA : Koran Belanda di Bandung: Algemeen Indische Dagblad de Preangerbode

Indra sendiri mengaku mengoleksi koran lawas bertujuan untuk menyelamatkan arsip dokumentasi pers dalam bentuk fisik.

"Saya suka mendokumentasikan data dan dokumen pers dalam bentuk fisik. Koran," tutur Indra, Selasa (11/12/2019).

Namun koran dengan isi berita yang juga mencatat peristiwa sejarah, dimungkinkan juga akan dibutuhkan oleh orang-orang yang sedang melakukan penelitian terhadap sebuah peristiwa.

Tidak terkecuali peristiwa yang pernah terjadi di Bandung. Peristiwa yang tercatat dalam terbitan koran, dimungkinkan tidak tercatat dalam sejarah, namun selalu saja ada orang yang ingin menggalinya lebih dalam.

"Saya terbuka bagi siapapun yang ingin membaca atau melakukan penelitian," katanya.

Indra sendiri mempunya puluhan koleksi koran yang pernah beredar di Bandung. Paling tua, koleksi korannya terbitan 1914. Dengan banyaknya koleksi yang dimiliki, mencatat ratusan peristiwa yang pernah terjadi di Bandung puluhan tahun silam.

AYO BACA : Koran Sampoer Merah, Sang Perawat Sejarah

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers