web analytics
  

Alat Hasil Riset Unjani Olah Air Warga Jadi Layak Minum

Selasa, 10 Desember 2019 19:39 WIB Tri Junari

Alat pengolah limbah Unit Ultrafiltrasi (UF) hasil riset dosen Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani). (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI TENGAH, AYOBANDUNG.COM--Dua alat pengolah limbah Unit Ultrafiltrasi (UF) hasil riset dosen Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) diserahkan kepada warga RT 07 RW 02 Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Selasa (10/12/2019).

Dedi Supriadi, Ketua RT setempat mengatakan, sumber air tanah (sumur) dan air sungai sangat buruk kualitasnya dan tidak layak minum. Daerah tersebut memiliki sumber air tidak layak konsumsi karena keruh, berwarna kuning dan berbau. 

Dengan alat ini air menjadi bersih dan layak konsumsi dan warga tak perlu membeli air galon untuk konsumsi rumah tangga, katanya.

AYO BACA : Basarnas Olah Air Citarum Jadi Layak Minum

Kusnanto (43) salah seorang pelaku usaha pembuatan tempe menjelaskan, limbah hasil pengolahan kedelai menjadi tempe selama ini ia kelola sendiri dengan membuat instalasi sederhana pengolahan limbah dan dirasakan kurang maksimal.

Dengan adanya bantuan alat pengolahan limbah dengan Teknologi Elektrokoagulasi berbasis integrasi Ultrafiltrasi (EC-UF) tersebut limbah hasil usahanya dapat digunakan kembali, sebagai alternatif cara untuk memenuhi kebutuhan  air bersih dalam industri, sekaligus meminimalisasi limbah yng dihasilkan.

Ditempat sama, Dosen program studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Unjani, Dr. Putu Teta P. Aryanti mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium, kandungan air sumur warga mengandung senyawa organik dan zat-zat mineral terlarut, seperti mangan, kalsium dan besi, sehingga tidak dapat dikonsumsi secara langsung.

AYO BACA : Bapak Ini Mengolah Air Hujan Jadi Air Layak Minum

Alternatif teknologi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan Teknologi Ultrafiltrasi. Teknologi ini mampu menyisihkan kontaminan dalam air, seperti mikroorganisme, koloid, bakteri, hingga virus, sehingga produk air menjadi jernih dan dapat digunakan secara layak oleh warga. 

Sumber pendanaan pembuatan alat-alat tersebut berasal dari dana hibah Kemenristekdikti dalam hal ini Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, (DRPM), program anggaran tahun 2019, terangnya disela penyerahan UF.

Pada alat pengolahan limbah tempe, lanjut dia, hampir sama dengan Teknologi UF, Teknologi Elektrokoagulasi (EC) mampu menyisihkan kontaminan logam, padatan, koloid dan polutan in-organik terlarut dalam air melalui proses elektrolisis. 

Alat ini juga nantinya akan dipasang dibeberapa wilayah lain di Kota Cimahi yang kondisi air tanahnya mengalami hal serupa, pungkasnya.

AYO BACA : Kualitas Air di Kota Cimahi Masih Buruk, Ini Langkah DLH

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers