web analytics
  

Milenial KBB Tak Gengsi Jadi Peternak dan Petani

Senin, 9 Desember 2019 21:46 WIB Tri Junari

Deklarasi SPP KBB di Lapang Centeng RT 02/07 Desa Cihanjuang, Parongpong, Senin (9/12/2019). (Ayobandung.com/Tri Junari)

PARONGPONG, AYOBANDUNG.COM--Serikat Petani dan Peternak (SPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menilai minat kaum milenial untuk berkarir menjadi peternak dan petani mulai menunjukan angka peningkatan.

Seiring dengan tingginya minat milenial disisi lain jumlah lahan pertanian di Kawasan Bandung Utara kian menyusut dengan banyaknya bangunan dan obyek wisata.

Ketua SPP KBB, Dea Rahman mengatakan, dari total 300 orang anggota SPP KBB, 60%-nya merupakan petani dan peternak milenial. Rerata mereka mau menjadi petani setelah kapok mencari profesi lain seperti PNS dan pegawai swasta.

Ini menjadi sebuah kebanggaan karena mereka sangat antusias sebagai generasi penerus yang serius memilih profesi beternak dan bertani.

AYO BACA : Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial

"Anak muda kini sudah tidak gengsi untuk berkecimpung di dunia pertanian atau peternakan. Para petani dan peternak milenial itu yang kami dorong supaya maju dan sejahtera," kata Dea disela acara deklarasi SPP KBB di Lapang Centeng RT 02/07 Desa Cihanjuang, Parongpong, Senin (9/12/2019).

Dea mengatakan, deklarasi ini menjadi komitmen untuk memperhatikan kesejahteraan dan mengangkat kembali derajat para petani dan peternak khususnya di Desa Cihanjuang dan umumnya di KBB.

Diakuinya, tantangan dunia pertanian ke depan semakin berat seiring dengan semakin menyusutnya lahan imbas dari maraknya pembangunan. 

Belum lagi soal permodalan dan transfer ilmu pengetahuan kekinian yang masih minim, sehingga pengembangan kemampuan petani perlu dilakukan.

AYO BACA : 354 Orang Petani Milenial Magang Ke Taiwan

"Kami ingin mengangkat lagi derajat petani dan peternak. Apa yang bisa diperbuat, kita bersama-sama gotong royong untuk membangun dan menggali potensi yang ada. Sebab kehadiran kami ingin membantu pemerintah dan masyarakat terkait pertanian dan peternakan agar lebih maju lagi," ucapnya.

Kepala Desa Cihanjuang, Gagan Wirahma yang hadir pada acara deklarasi, menyambut baik dengan dideklarasikaannya SPP KBB. 

Ini menjadi sinyalemen positif agar ke depannya keberadaan petani dan peternak akan lebih diperhitungkan. 

Meski lahan pertanian memang terus berkurang, tapi di Desa Cihanjuang dari luas lahan wilayah desa 341,25 hektare, masih ada sekitar 30% lahan pertanian yang bisa dioptimalkan. 

"Adanya SPP KBB ini, akan lebih memperhatikan dan membantu taraf kehidupan petani dan peternak khususnya yang ada ada di Desa Cihanjung agar lebih maju, inovatif, dan sejahtera," sebutnya.

AYO BACA : Pemerintah Jawa Barat Dorong Terciptanya Petani Milenial

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers