web analytics
  

Mengenal Hirsutisme, Kondisi Tumbuhnya Kumis pada Wanita

Selasa, 10 Desember 2019 01:22 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Mengenal Hirsutisme, Kondisi Tumbuhnya Kumis pada Wanita, Hirsutisme, perempuan berkumis, perempuan berjanggut, kelainan genetik

Ilustrasi wanita berkumis (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sebagian besar perempuan pasti memiliki rambut halus dan terlihat samar di bagian wajah maupun tubuhnya. Namun pada beberapa wanita, rambut ini terlihat lebih tebal serta kasar.

Inilah yang disebut dengan hirsutisme. Kondisi yang membuat perempuan memiliki rambut di bagian-bagian yang tidak diinginkan, misalnya kumis, dada, serta punggung.

Sekitar setengah dari perempuan dengan hirsutisme juga mengalami kelebihan hormon androgen, terutama testosteron. Ini adalah hormon yang memicu perkembangan fisik dan seksual pada laki-laki.

Kadar testosteron yang tinggi pada perempuan dapat merangsang kelenjar rambut secara berlebihan. Berdasarkan WebMD, hirsutisme disebabkan oleh 3 hal.

1. Genetik

Terkadang hirsutisme menurun di dalam keluarga. Jika sang Ibu atau saudara perempuan Anda mengalaminya, besar kemungkinan Anda juga sama. Kondisi ini juga umum pada perempuan di Timur Tengah, Asia Selatan, dan Mediterania.

2. Hormon

Dalam banyak kasus, kondisi ini berkaitan dengan tingginya hormon laki-laki (androgen, terutama testosteron). Secara alami, perempuan memang sudah memilikinya di dalam ovarium. Namun kadarnya lebih sedikit daripada estrogen.

Selain tumbuhnya rambut, gejala hirsutisme yang disebabkan oleh banyaknya hormon androgen antara lain kulit berminyak, jerawat, rambut rontok ,payudara kecil dan suara yang lebih dalam.

3. Obat-obatan

Beberapa obat dapat memengaruhi kadar hormon dalam sistem tubuh Anda. Misalnya, obat yang mengandung hormon seperti steorid anabolik, obat yang memicu pertumbuhan rambut seperti minoxidil dan obat yang membantu mengatasi endometriosis.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers