web analytics
  

Motif Terselubung di Balik Jumlah Like Instagram yang Disembunyikan

Senin, 9 Desember 2019 10:42 WIB

Logo Instagram.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Facebook melakukan uji coba menyembunyikan jumlah like Instagram di beberapa negara, termasuk Indonesia. Namun, muncul spekulasi yang menyebut bahwa adanya motif terselubung dari ditiadakannya tombol love tersebut.

Terkait hal ini, sebagaimana lansiran laman CNBC, seorang sumber yang merupakan mantan karyawan Instagram membocorkan bahwa penyembunyian Like diproyeksikan bakal meningkatkan jumlah postingan pengguna di Instagram.

AYO BACA : Kebijakan Baru, Pengguna Instagram Minimal Harus Berusia 13 Tahun

Hal ini memungkinkan terjadi lantaran jumlah Like sudah tak terlihat, pengguna Instagram menjadi tidak begitu peduli tentang pendapat orang lain, apakah postingan mereka disukai atau tidak.

Maka, para pengguna pun tidak perlu mencemaskan jumlah like yang akan didapat dari postingan mereka, sebanyak apapun yang mereka unggah.

AYO BACA : Kecanduan, Haruskan Berenti Total Membuka Medsos?

Bagi Instagram, teori tersebut adalah hal positif karena semakin banyak postingan, makin tinggi pula waktu yang dihabiskan di Instagram. Ujung-ujungnya pun sudah bisa ditebak, lebih banyak iklan yang dapat dipajang, sekaligus dilihat pengguna.

Pengguna Instagram juga cenderung meniru kebiasaan teman dekat atau keluarga. Jadi, saat sebagian pengguna media sosial ini mulai sering memosting, orang-orang disekitarnya akan melakukan hal serupa.

Sayangnya, baik Facebook maupun Instagram masih enggan mengomentari kabar tersebut. Hanya saja, dari awal uji coba ini, pihak Facebook menyatakan bahwa semua itu untuk kenyamanan pengguna.

"Kami komitmen membangun ekosistem positif dan terus mencari cara agar pengguna Instagram merasa lebih nyaman berekspresi dan fokus pada foto dan video yang mereka bagi dan bukan berapa jumlah 'Like' yang mereka dapat," kata Adam Mosseri, Head of Instagram.

AYO BACA : Instagram Mulai Sembunyikan Jumlah 'Like' di Indonesia

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers