web analytics
  

Banjir Bandang Kertasari Akibat Ulah Manusia

Minggu, 8 Desember 2019 19:37 WIB Mildan Abdalloh

Tangkapan layar rekaman video banjir bandang yang menerjang Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. (istimewa)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Bupati Bandung Dadang M Naser menilai banjir bandang yang terjadi di Kampung Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari karena ulah manusia.

Menurutnya, banjir bandang tersebut terjadi karena ada kesalahan pola tanam di bagian atas. Perbukitan yang seharusnya ditanami pohon keras, malah digarap untuk bertani sayuran, akibatnya hutan menjadi gundul.

AYO BACA : BNPB: Banjir Bandang Kertasari, Petugas Masih Siaga di Lapangan

"Kejadian seperti kemarin, bukan pertama kali terjadi, tapi sudah sering," ujar Dadang, Minggu (8/12/2019).

Dia berharap agar penggarap lahan di bagian atas Kertasari bisa memahami masalah lingkungan.

AYO BACA : Banjir Bandang, SMPN Kertasari Terendam

"Intinya pola tanam tanpa terasering atau sengkedan, tanah yang di pinggir pematang dan di pinggir tebing masih ditanami sayur mayur akan terjadi bencana," katanya.

Dadang menilai, keserakahan petani yang menggarap lahan di Kecamatan Kertasari dampak buruk bagi alam, jadi jangan hanya mementingkan keuntungan sendiri

"Kita jangan serakah dan tamak, sisakan satu setengah meter untuk terasering. Ini untuk kepentingan sabuk gunung yang ditanami tanaman keras," tutupnya.

AYO BACA : Ratusan Keluarga Terimbas Banjir Kabupaten Bandung

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers