web analytics
  

Kasus Cedera Akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat

Minggu, 8 Desember 2019 16:29 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Kasus Cedera Akibat Bermain Ponsel Meningkat 3 Kali Lipat, Kecelakaan Bermain Ponsel,

Ilustrasi berkendara sambil pakai ponsel. (Shutterstock)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi baru menemukan adanya peningkatan dalam perawatan orang yang cedera akibat bermain ponsel selama 10 tahun ini. Tak tanggung-tanggung, kasus cedera ini meningkat hingga 3 kali.

Menurut Daily Mail, antara 1998 hingga 2016, database nasional AS mencatat ada ribuan kunjungan di seluruh rumah sakit.

Peneliti memperkirakan di seluruh Amerika, ada lebih dari 76.000 orang pernah dilarikan ke UGD akibat mengalami cedera saat bermain ponsel, terutama ketika berjalan, berkendara, bermain game Pokemon Go! dalam periode tersebut.

AYO BACA : Sebelum Kecelakaan di Cipali, Sopir Bus Kedapatan Sedang Gunakan Ponsel

Tak hanya itu, peneliti juga mengungkap kasus baru. Pada 2007, ada 9 kasus baru per sejuta orang dan pada 2016 angka tersebut naik menjadi tiga kali lipatnya, menjadi 29 kasus per sejuta orang.

Para peneliti dari Rutgers University Medical School yang mengumpulkan data kasus, memperingatkan jumlah tersebut akan naik. Hal itu karena semakin banyaknya orang yang memiliki ponsel dan menjadi terikat dengannya.

"Ketika ponsel semakin berpengaruh, mereka juga berpotensi menjadi lebih berbahaya," kata penulis studi, Dr Boris Paskhover.

AYO BACA : Periksa Ponsel Setelah Bangun Tidur Ternyata Berbahaya

"Cedera akibat ponsel sudah lama dilaporkan. Sebagian besar dalam konteks insiden terkait mengendarai," sambungnya.

Sebagian besar responden, yakni orang yang mengalami kasus ini, berusia antara 13 hingga 19 tahun. Sedangkan untuk usia di bawah 13 tahun, mereka lebih banyak cedera akibat ponsel itu sendiri.

"Cedera terkait ponsel pada kepala dan leher telah meningkat tajam selama periode 20 tahun terakhir. Meski kebanyakan kasus cenderung sederhana, beberapa cedera memiliki risiko komplikasi jangka panjang," sambungnya.

Menurutnya, temuan ini dapat meningkatkan kewaspadaan orang-orang tentang bahaya menggunakan ponsel saat melakukan kegiatan lain.

Sementara itu, studi terkait telah dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head and Neck Surgery pada 5 Desember 2019 kemarin.

AYO BACA : Menkes: Sedetik Tertidur Saat Mengemudi Bisa Sebabkan Kecelakaan

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers