web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Migrasi Televisi Digital Sudah Siap, Tinggal Political Will

Minggu, 8 Desember 2019 10:29 WIB Mildan Abdalloh

ilustrasi. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Di Asean, hanya tinggal dua negara yang masih menyiarkan siaran televisi analog. Selain Myanmar, Indonesia juga belum melakukan migrasi digital itu.

Sekjen Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) Tulus Tampubolon mengatakan Indonesia sebenarnya sudah sangat siap untuk bermigrasi dari analog ke digital.

"Tinggal political will-nya," tutur Tulus belum lama ini kepada Ayobandung.com.

AYO BACA : Iklan Digital Berpengaruh Besar terhadap Belanja Anak Indonesia

Political will untuk migrasi berkaitan dengan penyediaan infrastruktur pendukung yang menjadi kewajiban pemerintah. Terlebih, pemerintah sudah berkomitmen membangun pondasi penyiaran yang lebih baik dengan melakukan revisi UU Penyiaran

Di Indonesia sendiri, saat ini baru bisa menyiarkan televisi digital di 12 Provinsi. "Komitmen Kemkominfo, Maret tahun 2020 penyiaran digital akan tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia," katanya.

Digitalisasi, kata dia, adalah keniscayaan. Digitalisasi menghasilkan teknologi yang efisien dan inovatif.

AYO BACA : Diskominfo Jabar Alokasikan Dana Rp60 Miliar untuk Beli Smartphone

Dengan tingkat efisien yang lebih tinggi dibanding penyiaran televisi analog, Tulus mengatakan mengandung unsur digital deviden yang mampu memberikan angka hemat hingga ratusan triliun.

“Frekuensi analog itu boros sekali. Migrasi dari analog ke digital itu menciptakan digital deviden yang nilainya luar biasa sekali. Tentu ini dibutukan untuk Indonesia dalam mempercepat pembangunan di semua sektor,”ujarnya.

Indonesia ke depan akan menjadi negara dengan transaksi ekonomi digital terbesar di Asia. Bahkan potensi transaksninya bisa menembus Rp13 triliun.

“Tinggal sekarang bagaimana bersikap. Apakah memetingkan kepentingan negara? Atau kepentingan industri?. Apalagi dengan digital itu lebih efisien. Kenapa harus menolak efisien? Efisien itu justru menolong industri menambah profitnya,” tutupnya.

AYO BACA : Pemprov Jabar Luncurkan Aplikasi Layanan Publik Interaktif Sapawarga

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers