web analytics
  

Uniknya Transaksi Jual Beli di Pasar Hewan Singaparna Tasikmalaya

Jumat, 6 Desember 2019 13:37 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Uniknya Transaksi Jual Beli di Pasar Hewan Singaparna Tasikmalaya, pasar hewan singaparna, jual beli, berita tasik, ayotasik, tasikmalaya hari ini

Pasar hewan Tasikmalaya. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Ada hal unik dari aktivitas jual beli domba atau kambing di Pasar Hewan Singaparna yang berada di Kampung Rujak Gedang, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya. Cukup berjabat tangan dan memberikan fotokopi KTP, pembeli bisa membawa pulang hewan yang diinginkan.

Sistem jual beli ini khusus untuk pembeli yang tidak memberikan uang secara cash. Pembeli dan penjual hanya cukup berjabat tangan sebagai tanda jadi atau komitmen jual beli.

"Udah dari dulu di sini mah, jadi kalaupun misalnya tidak bayar ya tinggal ke rumahnya untuk nagih," kata Solehudin (48) salah satu penjual domba, Jumat (6/12/2019).

Solehudin menambahkan, sistem jual beli dengan berjabat tangan itu sudah berjalan sejak lama. Kepercayaan menjadi penting dalam sistem jual beli ini.

"Pernah ada dari Jakarta, beli 20 ekor domba ke saya, dibayarnya sekitar satu bulan dengan transfer atau saat mau membeli lagi," kata Solehudin.

AYO BACA : Tak Miliki Akta Kelahiran, 33 Anak Tasikmalaya Sulit Lanjutkan Sekolah

Diki (35), salah satu pembeli, menuturkan, ia sering berhutang saat membeli domba atau kambing ke penjual. Hal itu sudah dianggap wajar dan lumrah dalam aktivitas jual beli di Pasar Hewan Singaparna.

"Udah pernah, sering kalau saya. Karena kan saya dijual lagi. Jadi kalau gak ada modal ya paling nganjuk (berhutang) istilahnya. Asal kita saling percaya saja, " paparnya.

Pasar hewan ini diketahui sudah ada sejak 1989. Meskipun bernama pasar hewan, namun tidak semua hewan dijual belikan di pasar ini. Hanya hewan jenis domba dan kambing saja yang disediakan. Tidak hanya datang dari wilayah Singaparna saja, pembeli bahkan datang dari wilayah Serang Provinsi Banten, Cirebon, Kuningan dan Jakarta.

Pengelola dan petugas pasar hewan Singaparna Maman Mulyadi (55) menuturkan, sebelum berpindah ke tempat sekarang, pasar hewan berada di pasar Singaparna bersebelahan dengan pasar ikan. Namun saat ada perluasan kios pasar Singaparna, pasar hewan akhirnya berpindah.

"Kalau di sini dari tahun 1989, kalau pasar hewan mah sudah ada dari tahun 1970 an. Kalau dari tempat lebih enak disini, karena lebih luas, " kata Maman kepada Ayotasik.com, Jumat (6/12/2019).

AYO BACA : Mitigasi Bencana Pergerakan Tanah di Tasik Akan Dilakukan Pekan Depan

Dalam seminggu, pasar hewan Singaparna beroperasi hanya dua hari, yakni setiap Selasa dan Jumat. Operasional pasar pun hanya sekitar 4 jam dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun perputaran uangnya cukup besar, bisa mencapai ratusan juta rupiah.

"Penjual seputaran Tasikmalaya kebanyakan, tapi kalau pembeli ada dari luar daerah juga. Bahkan ada dari serang banten," sambungnya.

Mikdar (50), pembeli asal Serang, Provinsi Banten, menuturkan, sudah 15 tahun ia menjadi pembeli di Pasar Hewan Singaparna. Dalam satu kali kunjungan, setidaknya 30 ekor domba atau kambing ia beli untuk dijual kembali di Pasar Hewan Serang.

"Sudah ada langganan yang biasa dari dulu. Saya sengaja dari dulu beli dombanya disini, karena kualitas dombanya bagus, beda dengan domba dari wilayah lain, " ujarnya.

Mikdar menuturkan, domba peternak Tasikmalaya dari segi kualitas sangat bagus, dilihat dari bentuk tanduk yang melebar antara satu dan lainnya. Dagingnya juga sangat berserat karena dalam ternaknya dengan sistem gembala atau angon.

"Dagingnya itu beda dengan domba daerah lain, kebetulan saya juga usaha sate kambing di Serang, pembeli juga puas dengan kualitas dagingnya," ucapnya.

AYO BACA : 232 MI di Kabupaten Tasik Rusak

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers