web analytics
  

[Lipkhas] Soal Penurunan Tanah, Sekda Bandung: Kewenangan Ada di Provinsi

Jumat, 6 Desember 2019 13:21 WIB Mildan Abdalloh

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana. (Dok. Humas Pemkab Bandung)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Teddy Kusdiana mengaku belum mengetahui ada penurunan tanah ekstrem yang terjadi di sejumlah kecamatan di wilayahnya.

"Nanti akan konfirmasi dulu, karena ini teknis," ucap Teddy.

AYO BACA : [Lipkhas] Ahli ITB: Hentikan Penurunan Tanah dengan Setop Eksploitasi Air Tanah

Kalaupun salah satu penyebab penurunan tanah akibat eksploitasi berlebih sumber daya alam (SDA), baik itu air dalam maupun energi, hal tersebut, kata Teddy, merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

"Kewenangannya ada di provinsi. Air dalam, pertambangan, dan energi ada di provinsi, makanya di sini tidak ada kadisnya," tutup Teddy.

AYO BACA : [Lipkhas] Penurunan Tanah di Bandung Raya Terjadi Sejak 1980-an

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung diketahui mengalami penurunan tanah yang ekstrem sejak 1980. Bahkan penurunan tanah di Bandung Raya menjadi yang tercepat di dunia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), terdapat sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung yang mengalami penurunan tanah. Kecamatan itu di antaranya Rancaekek, Majalaya, Banjaran, dan Dayeuhkolot.

Penurunan ini pun berdampak juga pada kedalaman air tanah, berdasarkan model penelitiannya jika tanah turun 1 meter berarti air tanahnya turun atau minus 20 meter. Jika turunnya sampai 4 meter, terindikasi daerah tersebut susah mendapat air.

AYO BACA : [Lipkhas] Antisipasi Penurunan Tanah, Purwakarta Perbanyak Tanam Pohon

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers