web analytics
  

[Lipkhas] Antisipasi Penurunan Tanah, Purwakarta Perbanyak Tanam Pohon

Jumat, 6 Desember 2019 12:18 WIB Dede Nurhasanudin
Umum - Regional, [Lipkhas] Antisipasi Penurunan Tanah, Purwakarta Perbanyak Tanam Pohon, Penurunan tanah bandung, pergeseran tanah, ITB, geodesi ITB, berita purwakarta, purwakarta hari ini, ayopurwakarta

Ilustrasi penanaman pohon. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kabupaten Purwakarta mengantisipasi penurunan tanah dengan terus melakukan penanaman pohon. Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta Adang Syarif Hidayat menegaskan di wilayahnya sejauh ini belum terjadi penurunan tanah akibat pengambilan air tanah.

"Kami belum mendapat informasi mengenai penurunan tanah di wilayah Purwakarta," ungkap dia, Jumat (6/12/2019).

Berdasarkan sepengetahuan Adang, penurunan tanah umumnya terjadi karena air di dalam  tanah terus diambil tanpa adanya antisipasi ketersediaan air agar tetap ada.

Dengan demikian, terjadilah pemadatan tanah yang mengakibatkan banjir dan bangunan di atasnya pun terkena dampaknya. "Antisipasinya pengambilan air dikurangi dan perbanyak penanaman pohon, sehingga pemadatan tanah tidak terjadi," kata dia.

AYO BACA : [Lipkhas] Ahli ITB: Hentikan Penurunan Tanah dengan Setop Eksploitasi Air Tanah

Ia mengatakan, resapan air di Purwakarta terdapat di Kecamatan Bungursair, Campaka, Cibatu, Purwakarta Kota, dan Babakancikao.

Resapan air di lima kecamatan itu tidak bisa diambil tanpa sepengetahuan dari kajian Badan Geologi atau Bidang Air Tanah Provinsi Jawa Barat.

"Sebetulnya di semua wilayah juga bisa diambil dengan catatan harus ada penggantinya, dibuat resapan air sehingga tidak terjadi pemadatan tanah. Yah itu tadi penanaman pohon atau upaya lain yang dapat mempertahankan ketersediaan air di dalam tanah," ujar Adang.

Selain itu, Adang tidak menampik jika di salah satu wilayah di Purwakarta telah terjadi gerakan tanah. Gerakan tanah itu terjadi di Desa Pasanggarahan, Kecamatan Tegalwaru.

"Menurut informasi dari Badan Geologi Provinsi Jawa Barat ada pergeseran bebatuan di dalam tanah yang muncul ke mermukaan yang mengakibatkan gerakan tanah terjadi," kata dia.

AYO BACA : [Lipkhas] Penurunan Tanah di Bandung Raya Terjadi Sejak 1980-an

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers