web analytics
  

Kelompok Studi Jadi Media Pergerakan Mahasiswa Indonesia Tahun 80an

Kamis, 5 Desember 2019 22:59 WIB Adi Ginanjar Maulana
Bandung Baheula - Baheula, Kelompok Studi Jadi Media Pergerakan Mahasiswa Indonesia Tahun 80an, pergerakan mahasiswa, sejarah mahasiswa bandung, unpad,

Diskusi (Ist)

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Setelah kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/ Badan Koordinasi Kampus (NKK/BKK) dicetuskan tahun 1978, gerakan mahasiswa Indonesia seolah mati suri.

Pada era 1980-an gerakan mahasiswa kembali menunjukkan taringnya tetapi dengan bentuk berbeda melalui model kelompok studi. Kelompok ini kemudian menjamur di sejumlah kota-kota besar.

"Di tengah represifnya dan kontrol ketat Orde Baru terhadap kehidupan perguruan tinggi dan sipil. Mereka mengambil jalur alternatif, awalnya muncul kelompok studi di Bandung dan kota lain," ujar M. Fadhlullah alumni jurusan Ilmu Sejarah, Unpad dalam diskusi "Gerakan Mahasiswa Bandung 1980-an" di Sekretariat Agrarian Resources Center (ARC), Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (5/12/2019).

AYO BACA : Nadiem Makarim Ingin Mahasiswa Punya Kemerdekaan Belajar

Fadhlullah mengatakan, kelompok studi ini menjadi wadah alternatif gerakan mahasiswa ketika itu. Format yang ditonjolkannya yakni bergerak di luar kampus dan membangun kerja sama dengan organisasi non-pemerintah (Ornop).

Sambungnya, anggota kelompok studi relatif sedikit, 5-10 orang. Sedangkan tema pembahasannya beragam mulai dari soal demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan negara. Bahkan ketika itu, literasi kekirian sempat digandrungi menjadi tema pembahasan.

Tercatat sebanyak 6-15 kelompok studi berada di Kota Bandung. Mayoritas kelompok studi ini berasal dari Unpad dan ITB. Menurutnya, secara historis kedua kampus ini adalah sentral gerakan mahasiswa di Bandung sejak tahun 1960-an.

AYO BACA : Sirojul Milal, Pemuda Asal Bogor Meninggal saat Jadi Imam Salat

"Kalau kampus Unpad ada kelompok Sukaluyu, Dago Pojok, dan Kanal. ITB ada PSIK, kelompok Sabtu, grup apresiasi sastra (GAS), dan kelompok studi pertanahan (KSP)," tutur Fadhlullah.

Selain bentuk yang berbeda, kata Fadhlullah, isu-isu yang diangkat oleh gerakan mahasiswa 1980-an mengambil tema kerakyatan seperti advokasi kasus-kasus tanah dan isu di tingkat masyarakat bawah.

"Konflik tanah dekade 80-an banyak muncul, Badega di Garut, Cimerak di Ciamis Selatan. Mengangkat realitas masyarakat akibat pembangunan Orde Baru sangat cenderung pada pertumbuhan ekonomi yang rakyat jadi korbannya," katanya.

Memasuki akhir 1980-an, aktivis-aktivis kelompok studi mulai berani turun ke jalan melakukan protes, seperti aksi solidaritas untuk Badega, Garut, dan Kacapiring, Kota Bandung.

Pemerintah Orde Baru kembali mencoba untuk mengendalikan kehidupan kampus dengan menangkap sejumlah mahasiswa. Walaupun demikian, Fadlullah mengungkapkan gerakan mahasiswa tetap bertahan hingga berlanjut pada era 1990-an.

"Gerakan mahasiswa 80-an sebagai periode pembangunan dan pembentukan kembali wacana dan strategi gerakan.80-an ini muncul ciri khas sendiri yang membedakan dengan 70-an lebih bersifat informal dan non-struktural kampus," pungkasnya.

AYO BACA : Mahasiswa Unpad Kembangkan Nasi Bawang Dayak Antidiabetes

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel terkait

dewanpers