web analytics
  

Kota Bogor Akan Miliki 2 Pasar Berstandar Nasional

Kamis, 5 Desember 2019 12:15 WIB Husnul Khatimah

Dirut Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Muzakkir. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Direktur Utama Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor Muzakkir mengatakan, Kota Bogor direncanakan memiliki 2 pasar berstandar nasional indonesia (SNI) pada 2020. Pasar tersebut yakni Pasar Kebon Kembang dan Pasar Gunung Batu.

"Berdasarkan data di Jawa Barat baru ada 2 pasar dan di Indonesia ada 39 pasar yang sudah ber-SNI," kata Muzakkir dalam Diskusi panel bertemakan 'Sinergi Menuju Penerapan SNI 8152:2015 Pasar Rakyat Guna Meningkatkan Daya Saing Pasar Rakyat' di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Rabu (4/12/2019)

AYO BACA : Ada Jogging Track dan Terhubung dengan Trem, Ini Konsep Alun-alun Bogor

Dia mengatakan, untuk menuju SNI pengelolaan pasar seperti sampah harus baik. Pasar juga harus memiliki ruang khusus, seperti ruang raktasi dan ruang penggelolaan unggas yang terpisah.

"Sebagai pengelola pasar kita harus merubah agar bisa mengelola pasar dengan baik, membina para pedagang, konsumen dan mengaturnya. Ketiga elemen ini harus diciptakan dengan baik ke depan dalam rangka menuju pasar ber-SNI,” kata Muzakkir.

AYO BACA : Jalur Puncak Bogor Akan Bebas Kendaraan di Malam Tahun Baru

Sementara itu Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standar Nasional (BSN) Heru Suseno mengatakan, SNI Pasar Rakyat dapat mempermudah pelaku pasar dalam mengelola, membangun pasar secara profesional, dan memberdayakan komunitas pasar. 

Dalam SNI Pasar Rakyat ada persyaratan umum, persyaratan teknis, serta persyaratan pengelolaan. "Di antara persyaratan pengelolaannya adalah harus ada struktur, tupoksi, serta pemberdayaan pedagang," kata Heru.

Dia mengatakan, dengan adanya SNI diharapkan citra pasar rakyat bisa berubah menjadi lebih nyaman dan lebih baik, sehingga mampu menarik semua kalangan.

"Dengan SNI pasar ini untuk mempermudah para pelaku pasar dalam mengelola dan membangun pasar secara profesional serta memberdayakan komunitas pasar,” katanya.

AYO BACA : Kisah PKL Bogor, Tergusur Setelah Puluhan Tahun Berdagang

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers