web analytics
  

Konferensi Kerja PWI Jabar, Aktualisasi Diri di Tengah Kemajuan Teknologi

Rabu, 4 Desember 2019 18:36 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari dan jajaran pengurus PWI Jawa Barat saat Konferensi Kerja PWI Jawa Barat di Hotel Horison, Rabu (4/12/2019). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar agenda Konferensi Kerja tahun 2019 sebagai pelaporan kinerja tahunan serta perencanaan program kerja ke depan. Acara yang mengangkat tajuk "Membangun Sinergi, Tingkatkan Kompetisi Menghadapi Kemajuan Teknologi" di Hotel Horison, Rabu (4/12/2019) ini dihadiri 114 peserta. 

Mereka yang hadir terdiri dari ketua, bendahara, hingga sekertaris kepengurusan PWI di kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain agenda konferensi kerja, PWI Jawa Barat juga melantik kepengurusan PWI Peduli Jawa Barat, dan peluncuran website pwijabar.com.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Hilman Hidayat mengatakan dalam program kerja 2019, PWI Jawa Barat sedianya lebih fokus menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Apalagi, Hilman menyampaikan, media massa hari ini dihadapkan zaman yang berbeda yakni era serba digitalisasi. 

"Di 2019, tidak banyak yang diubah, yaitu lebih ke menyesuaikan zaman. Karena kita menghadapi era berbeda. PWI juga harus mulai mengadopsi tuntutan itu di lingkungan sekitarnya. Dari cara berorganisasi, hingga cara kerja harus mengikuti eranya," ungkap Hilman di sela acara.

Karenanya, dalam acara tersebut, PWI Jawa Barat pun meluncurkan website pwijabar.com. portal ini, lanjut Hilman, nantinya sebagai wadah informasi bagi masyarakat mencari infomasi personal setiap wartawan hingga melakukan pengaduan jika terjadi tindakan yang berhubungan dengan organisasi PWI.

AYO BACA : PWI Jabar: BJ Habibie, Bapak Kebebasan Pers

"Makanya kita meluncurkan pwijabar.com, di sini juga ada layanan aduan. Cuman memang sekarang masih perlu di-improve karena belum ada fotonya. Tapi sekarang untuk pengaduan juga ada, kita buka melalui layanan pengaduan karena selama ini pengaduannya masih melalui surat," lanjut Hilman.

Dari sisi keanggotaan, Hilman menyampaikan, program 2019 dari PWI Jawa Barat adalah dari segi organisasi. Bahkan di tahun 2019, Hilman menyebut PWI Jawa Barat telah melakukan penambahan anggota 200 wartawan muda.

"Penambahan anggota muda 200 anggota. Tahun depan juga akan terus betambah, kita juga membuka diri dengan catatan dia harus ikut UKK dulu untuk menjadi calon wartawan muda, lalu mengikuti dan lolos UKW," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari menilai, PWI Jawa Barat menjadi salah satu organisasi yang paling aktif dalam memberikan inspirasi. Apalagi Atal menilai, PWI Jabar menjadi provinsi paling aktif dalam membentuk organisasi PWI di daerah kabupaten/kotanya.

"Konferensi PWI Jabar, kalau kita bicara program kerja banyak sekali inspirasi dari Jawa Barat. PWI Peduli juga lahir dari sini. Sebenarnya sih saya melihat Jawa Barat ini, PWI daerah paling besar dan paling lengkap karena di sini hampir daerah kabupaten/kota terbentuk organisasi PWI. Jabar nyaris sempurna," kata Atal.

AYO BACA : Halal Bihalal, PWI Jabar Tekankan Media Tetap Pegang Kode Etik

Bukan hanya itu, Atal mengapresiasi program kerja PWI Jabar yang telah berkontribusi menambah keanggotaannya. Pasalnya Atal menilai kehadiran 200 wartawan muda di tubuh PWI Jabar kian menjadikan organisasi ini kuat. Apalagi total keanggotaaan di tubuh PWI saat ini mencapai 16.000 anggota.

"Rekrutmen 200 warawan muda ini luar bisa besarnya. Karena sudah jelas, Jabar bisa memberikan kontribusi untuk menumbuhkan organisasii untuk semakin kuat. Anggota kita sekitar 16.000 awalnya mungkin karena organisasi kita telalu tua. Tapi saya rasa tidak, kerena program-program kita selalu kita tingkatkan. Karena itu kami berharap hasil uji kompetensi yang diujikan harus lebih bagus dari penguji yang lain," katanya.

Bukan hanya itu, Atal berharap di konferensi kerja ini, PWI Jabar bisa mengkaji dan melahirkan sederet program penting yang bisa membangun PWI kian kokoh. Apalagi fokus program PWI memang lebih menekankan pada program edukasi dan peningkatan kompetensi wartawan.

"PWI Jabar juga launching website pwijabar.com, saya PWI pusat juga kalah. Makanya, saya harap di rapat kerja ini bisa mengkaji program yang sangat penting. Karena tujuan dan tugas PWI lebih ditekankan program edukasi dan peningkatan kompetensi," ujarnya.

Senada, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, profesi wartawan amat dibutuhkan untuk menjadi gerbang komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Pasalnya, Uu menilai wartawan yang notabene berada di bawah naungan media menjadi alat untuk menyalurkan komunikasi pemirintah pada masyarakat begitu pun sebaliknya.

"Wartawan di manapun sangat dibutuhkan khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karenanya media bagi pemerintah sangat penting. Kami harap PWI juga menjadi mitra Pemprov Jabar dalam rangka program Jabar Juara Lahir Batin," tutur Uu.

Bukan hanya itu, Uu juga berharap wartawan bisa menyajikan pemberitaan yang akurat dan faktual. Apalagi untuk tataran pemerintahan, wartawan menjadi jembatan masyarakat untuk bisa mendapatkan segara informasi terkait beragam kebijakan pemerintah.

"Kalau wartawan menjalankan fungsinya, wartawan bisa menjadi jendela bagi dunia. Wartawan bahkan disebut sebagai ratu dunia. Karena apa yang disampaikan dan disimpulkannnya itu akan memengaruhi dunia. Karenanya, wartawan diharapkan mampu memberikan pemberitaan sejuk dan mendamaikan," ujarnya.

AYO BACA : PWI Jabar Bahas Peran Pers dalam Majukan Ekonomi Kerakyatan

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers