web analytics
  

Kiat Bisnis Pengusaha Bakso

Rabu, 4 Desember 2019 14:41 WIB Andres Fatubun
Bandung Raya - Cimahi, Kiat Bisnis Pengusaha Bakso, Kiat Bisnis Pengusaha Bakso, Kiat Bisnis, Pengusaha Bakso

Muhamad Adi Nugraha, pemilik usaha Baso Padasuka. (Dias Ashari)

CIJERAH,AYOBANDUNG.COM -- Peribahasa mengatakan setiap orang adalah guru dan setiap tempat itu sekolah. Begitu pun dengan Muhamad Adi Nugraha, seorang pengusaha bakso yang merintis usahanya dari nol.

Pengusaha muda kelahiran Cicalengka ini mengungkapkan bahwa memulai bisnis tak cukup sekadar memiliki modal saja. 

“Bicara soal memulai bisnis tak hanya mengenai modal tapi harus ada juga kemauan kuat,” jelasnya kepada ayobandung.

Pemilik Bakso Pad45uka ini baru saja memulai bisnisnya dalam waktu empat hari. Namun soal respons masyarakat jangan ditanya. Dalam dua hari, Adi bisa mengeluarkan 100 mangkok bakso.

“Saat hari ketiga kita bisa mengeluarkan 60 lebih porsi bakso. Sedangkan hari keempat cuman 40 porsi. Soalnya hujannya besar kemaren dan kita belum masuk grab food dan go food.” Tuturnya.

Sebetulnya Adi sudah berkecimpung di dunia kuliner sejak dua tahun yang lalu. Dia mengaku pernah berjualan pentol di sekitaran Jatinangor. Proses itulah yang membuat pematangan konsep baksonya saat ini.

AYO BACA : Kenyalnya Bakso Urat Padasuka yang Menggoyang Lidah

Menurutnya bisnis kuliner adalah bisnis yang tak akan pernah mati dan perputarannya yang dinamis. Bisnis kuliner pun bisa dimulai oleh siapa saja dengan modal yang relatif lebih terjangkau. Tentunya sebagai pebisnis muda yang baru saja memulai bidang kuliner ini lebih cocok baginya dibandingkan bisnis properti. Meski tidak menutup kemungkinan ada pengusaha muda lain yang berani mengambil resiko lebih besar.

Modal awal yang dipergunakan Adi untuk memulai bisnisnya adalah kisaran Rp3-5 juta.

Selain modal ternyata ada yang menarik dalam hal pengambilan nama bisnisnya. Mulanya penulis menyangka bahwa penamaan tersebut diambil dari nama suatu daerah yang ada di Cimahi. Namun setelah ditelusuri ternyata ada hal yang lebih bermakna dari itu.

“Sebenarnya bukan nama daerah yah. Memang awalnya kita tuh mau buka di Padasuka Cimahi. Ketika ada ruko disana kita siapkan tempat dan ketika mau mencari brand munculah ide padasuka. Nah karena padasuka itu bahasa universal yang artinya semua orang suka. Dimanapun tempatnya dimanapun cabangnya nanti tetep padasuka. Pada akhirnya kita tidak jadi buka di Padasuka Cimahi dan jadinya disini di Cijerah,” jelasnya.

Saat masuk ruangan ada stand untuk photo boot yang bertuliskan tagline dari baso padasuka. Seperti ini kira bunyinya “Dari Suka Jadi Rasa. Dari Rasa Jadi Sayang”.

“Kenapa saya pilih tagline ini karena dari suka bakal jadi rasa. Nah dari rasa suka ini nantinya akan ada rasa selalu kehilangan kalau engga makan. Nah pengennya kaya gitu,” ungkap Adi. (Dias Ashari)

Editor: Andres Fatubun
dewanpers