web analytics
  

Dalam Hitungan Jam, Kantor Desa dan Sekolah di Tasikmalaya Disatroni Maling

Rabu, 4 Desember 2019 06:39 WIB Irpan Wahab Muslim

Lokasi perampokan di Cigalontang. (Ayotasik.com/Irpan Wahab Muslim)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Hanya berselang dua jam, ruangan guru serta kantor Tata Usaha (TU) SMP 2 Cigalontang dan Kantor Desa Tenjonagara di Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, disatroni maling. Dari dua tempat itu, setidaknya pencuri membawa beberapa barang dengan total Rp145 juta.

Dari data yang didapatkan Ayotasik.com, pencurian pertama terjadi di SMP 2 Cigalontang Senin (2/12/2019) sekitar pukul 04.30 WIB. Pencurian diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah bernama Yuli yang merupakan petugas kebersihan. Yuli kaget melihat ruangan TU dan ruangan guru sudah dalam kondisi berantakan.

“Yuli itu langsung melapor ke Kepala Sekolah, dan kepala sekolah melapor ke kita, “ kata Kanit Reskrim Polsek Cigalontang Bripka Dwi Santosa, Selasa (3/12/2019).

Setelah mendapatkan laporan, kata Dwi, pihaknya dibantu tim Inafis dari Polres Tasikmalaya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan petugas dan pihak sekolah, setidaknya 2 Unit Computer Merek Asus, 2 Unit Proyektor merek Epson dan Benqu, 1 Unit Vloud Face interactif merek touch U, 1 Unit Printer merek Epson, 1 Unit mocrifon merek Toa dan Uang tunai sebesar Rp. 400.00

“Jika ditotalkan dengan uang, pihak sekolah mengalami kerugian sebesar lebih kurang Rp128.680.000,“ tambahnya.

Berselang kurang dari dua jam, lanjut Dwi, pihaknya juga menerima laporan pencurian dari petugas kebersihan Desa Tenjonagara. Diperkirakan, pencurian terjadi skira pukul 06.00 WIB.

Dari kantor Desa itu, pencuri menggasak 1 buah Projector Epson EB.X 400 di ruang kerja Sekdes, 2 Monitor AOC LCD , 1 (satu) buah Monitor LG, printer L360, Notebook Acer dan Laptop bermrek HP. Atas kejadian tersebut Desa Tenjonegara mengalami kerugian sebesar Rp17.507.500.

“Hasil olah TKP kita di dua tempat itu, modusnya hamper sama, yakni merusak daun jendela kemudian pelaku masuk ke beberapa ruangan. Selain itu juga pelaku merusak kunci gembok yang ada. Kita masih lakukan pengejaran kepada pelaku yang diperkirakan lebih dari empat orang dan pelakunya sepertinya sama antara kejadian di sekolah dan di kantor desa,“ ucapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers