web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Menpora Sebut SEA Games Bukan Sasaran Utama, Ketahui Alasannya

Senin, 2 Desember 2019 09:29 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut SEA Games 2019 bukan target utama. (Antara)

MANILA, AYOBANDUNG.COM – Indonesia diketahui menurunkan sekira 60% atlet muda atau junior pada SEA Games 2019 di Filipina. Salah satu penyebabnya adalah menambah jam terbang bagi para atlet.

Selain itu, ,enurut Menpora, hal itu sebagai bagian dari persiapan jangka panjang. Indonesia tengah memperjuangkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032

AYO BACA : Cara Minta Maaf Menpora Malaysia Dikritik Menpora RI

"SEA Games bukan sasaran utama kita. Sasaran utama kita Olimpiade," ujar Zainudin, Minggu (2/12/2019).

Di sisi lain, dalam beberapa hari terakhir, Zainudin terlihat di Ibu Kota Filipina, Manila. Zainudin mengikuti berbagai acara terkait SEA Games 2019 di negara yang dipimpin Presiden Rodrigo Duterte ini.

AYO BACA : Atlet Dipulangkan Karena Tak Perawan, Kemenpora Beri Klarifikasi

Kepada awak media, Zainudin menjelaskan ingin berada di dekat para atlet Indonesia. Dia berharap kehadirannya memberi energi bagi Eko Yuli Irawan dan rekan-rekan.

"Saya akan keliling ke semua venue. Mudah-mudahan kehadiran saya menjadi penyemangat buat anak-anak," kata politikus Partai Golkar ini saat ditemui di World Trade Center, Minggu (1/12/2019).

Dalam pantauan Republika.co.id, Zainudin sempat menghadiri berbagai acara, di antaranya seremoni pembukaan SEA Games, juga menonton pertandingan sejumlah cabor seperti wushu, angkat besi, dan sepak bola.

Ajang SEA Games edisi terkini tak luput dari berbagai pemberitaan negatif. Sempat viral pelayanan kurang maksimal panitia pada kontingen tamu.

Zainudin berpesan agar para atlet fokus ke pertandingan. Urusan di luar lapangan, biarlah menjadi tugas staf, ofisial, dan pemerintah. Secara pribadi, dia siap membantu. "Saya ada di sini, begitu ada masalah, langsung dicarikan jalan keluar," ujarnya.

AYO BACA : Suporter Indonesia Dipukuli di Malaysia, Ini Faktanya

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers