web analytics
  

Kisah Ishaaq, Mantan Gangster Kanada yang Pilih Jadi Mualaf

Jumat, 29 November 2019 19:23 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, Kisah Ishaaq, Mantan Gangster Kanada yang Pilih Jadi Mualaf, Gangster kanada, warga negara kanada, mualaf, kisah mualaf

Ishaaq Mustaqim. (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

CIBEUNYING KALER, AYOBANDUNG.COM -- Sesosok pria bertubuh besar menjadi pusat perhatian dalam aksi solidaritas untuk Palestina di Masjid Pusdai Bandung, Jumat (29/11/2019). Pria tersebut diketahui bernama Ishaaq Mustaqim warga negara Kanada.

Ishaaq yang berdarah Swedia ini telah menjadi seorang mualaf sejak delapan tahun lalu. Sebelum memutuskan memeluk agama Islam, Ishaaq berkecimpung dalam dunia hitam, sejumlah aksi kejahatan pun pernah dilakukannya pada masa silam. 

"Pernah merampok, pecandu Narkoba, pelaku kekerasan, pecandu alkohol. Setelah kenal Islam saya berhenti dari perbuatan-perbuatan dahulu," ujarnya saat ditemui Ayobandung.com, Jumat (29/11/2019).

Dia mengaku atas perbuatannya di masa lalu kehidupannya pun bergelimang harta, mulai dari memiliki rumah besar hingga kendaraan mewah asal Eropa. Namun demikian, fasilitas mewah yang dimilikinya tidak membuatnya bahagia.

"Saya pernah menjalani gaya hidup seperti seorang miliarder. Memakai mobil Mercy, membeli rumah mewah. Saya juga punya banyak uang dan harta, tapi semua itu tidak membuat saya bahagia," ucap Ishaaq.

Ishaaq menjelaskan, dikenalkan kepada Islam oleh teman-temannya ketika tengah berada di Indonesia. Sedikit demi sedikit, ia mulai mempelajari ajaran agama Islam. Setelah memeluk Islam dia mengaku mendapat kebahagiaan.

"Saya di Indonesia dalam urusan kerja, kemudian diajarkan Islam. Saya juga ingin menunjukan bahwa ke semua orang, kalau harta tidak dapat berikan kebahagiaan. Menjadi muslim membuat bahagia, saya mengikuti jalan Allah SWT," katanya.

Saat disinggung mengenai masih adanya tato di beberapa bagian tubuhnya, Ishaaq mengatakan belum akan menghapusnya. Meski demikian di dalam hatinya ada niatan untuk menghapus.

"Insyaallah saya akan hapus tato ini, jika ada teknologi yang menghapus tato yang tidak meninggalkan bekas. Menurut saya di hadapan Allah SWT, tato ini sudah tidak ada jadi saya merasa tidak perlu lagi menghapus tato-tato ini," tuturnya.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers