web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Lewat Plesiran Bareng, Gojek Kenalkan Ekosistem Pendukung Wisata Bandung

Kamis, 28 November 2019 19:15 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Plesiran Bareng Gojek. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Melalui kegiatan Plesiran Bareng Gojek di Bandung, Gojek membuktikan bahwa inovasi teknologi, mampu menghadirkan satu sistem terintegrasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Hal ini lantaran Gojek berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggannya. 

VP Regional Corporate Affairs Gojek, Michael Say mengatakan, evolusi Gojek menjadi sebuah ekosistem merupakan langkah strategis dalam menyediakan solusi bagi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Michael juga mengatakan, Plesiran Bareng Gojek di Bandung dilakukan dengan mengunjungi beberapa lokasi kuliner terbaik yang juga merchant GoFood. Sebut saja, Kue Balok Brownies Mahkota, Kedai Mamah Eha, Bubur Haji Amid, GoFood Festival BEC dan Rumah Makan Malah Dicubo.

Selain itu, Plesiran Bareng Gojek turut mengunjungi Cibadak Culinary Night sebagai pusat kuliner malam di Bandung yang sistem pembayarannya didukung oleh layanan non-tunai dari GoPay. 

Dalam kegiatan ini, layanan pembayaran nontunai dari GoPay juga dimanfaatkan saat mengunjungi kawasan wisata dalam Kata Bandung seperti wisata foto Cosplay di area Jalan Asia Afrika serta Museum Gedung Sate.

Layanan pijat professional, GoMassage, juga hadir mendukung kegiatan ini untuk memastikan peserta bugar kembali setelah berkeliling ke beberapa titik di Kota Bandung. 

"Lewat Plesiran Bareng Gojek, kami mengenalkan ekosistem Gojek sebagai operating system bagi masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di Kota Bandung. Dari mulai bangun tidur sampai mengakhiri hari, masyarakat dapat mengandalkan layanan Gojek," ungkap Michael, Kamis (28/11/2019).

Content creator dan ex-member JKT 48, Melody Nurramdhani Laksani yang juga pengguna setia ekosistem Gojek mengatakan, aktivitasnya merasa terbantu dengan hadirnya ekosistem Gojek.

Melody bahkan mengakui, dirinya menggunakan layanan ini dari mulai untuk kebutuhan bertransportasi, kemudahan pembayaran, layanan rumah tangga, sampai pemesanan makanan.

"Khusus pemesanan makanan ini sangat menarik, apalagi sejak dulu Bandung sudah dikenal sebagai surga wisata kuliner. Selain membantu saya dalam mendapatkan rekomendasi kuliner lokal, saya jadi bisa Iebih efnsien waktu untuk menikmati makanan-makanan tersebut. Tentu ini juga akan berdampak positif bagi wisata di Kota Bandung secara keseluruhan," kata Melody.

Pada Layanan GoFood, Gojek memang menerapkan pengalaman personal untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan GoFood kepada pelanggan. Salah satu contohnya, tiap pelanggan bisa mendapatkan pilihan makanan yang berbeda-beda di platform GoFood sesuai dengan kesukaan dan historis pemesanannya.

Tidak hanya membantu masyarakat Iokal dengan layanannya, wisatawan juga dapat mangandalkan layanan GoFood sebagai katalog merchant terlengkap untuk mengetahui kuliner khas di suatu daerah.

Inovasi Gojek pada layanan GoFood tidak hanya dirasakan pelanggan tetapi juga mitra merchant lewat keberadaan aplikasi pengelolaan restoran yakni GoBiz. Gojek membantu merchant dengan memberikan akses kepada pasar Yang luas melalui aplikasi GOjek untuk menumbuhkan bisnisnya. 

Selain itu, di sisi mitra merchant, GoFood juga terus berinovasi sehingga merchant bisa menawarkan lebih banyak pilihan makanan, mempromosikan menu hingga mengatur Operasional mereka.

Melalui GoBiz, merchant bisa secara mandiri mengatur dan menawarkan promo khusus untuk restoran mereka sendiri. Teknologi ini juga telah terbukti meningkatkan pendapatan rata-rata merchant hingga 3,5 kali. 

Tak tanggung-tanggung terkhusus di Bandung, ekosistem Gojek menggerakan perekonomian dan pariwisata lokal. Melalui pengembangan teknologi dan inovasinya, operasional Gojek telah memberikan dampak positif bagi perekonomian Bandung melalui UMKM dan pariwisata lokal. 

Hal ini tercermin melalui hasil riset independen Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB Ul), yang memaparkan bahwa kontribusi mitra Gojek kepada perekonomian Bandung di tahun 2018 mencapai Rp2,1 triliun.

Kontribusi berasal dari selisih pendapatan mitra dari sebelum hingga setelah mereka bergabung di Gojek. Khusus Mitra UMKM GoFood kontribusinya Rp1,5 triliun, tumbuh lim akali lipat dibanding tahun sebelumnya. 

VP Regional Gojek Jawa Barat dan Banten Becquini Akbar, menambahkan, saat ini, 96% mitra merchant yang tergabung dengan GoFood adalah pelaku kuliner yang memulai usahanya dari bisnis kecil dan rumahan. 

"Lewat inovasi teknologi dan dukungan ekosistem Gojek secara keseluruhan, kami ingin mitra merchant di Bandung dapat terus tumbuh bersama GoFood dan mendukung pariwisata lokal," katanya.

Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM GoFood ini, kata Akbar, antara lain disebabkan oleh optimalisasi futur teknologi Gojek yang semakin gencar digunakan oleh mitra UMKM GoFood.

Kehadiran GoFood membuat Mitra UMKM berkesempatan untuk terus mengembangkan usahanya dengan meningkatkan volume dan omzet bisnis. Hal ini ditunjukkan dari data nasional, di mana 85% responden UMKM menginvestasikan kembali pendapatannya dari GoFood ke dalam usaha mereka. 

Akbar juga menyampaikan, hasil Riset LD FEB UI juga menunjukkan bahwa teknologi Gojek dinilai paling menguntungkan oleh para responden mitra UMKM GoFood.

Bahkan, kata dia, 92% responden UMKM bergabung karena layanan aplikasi manajemen merchant GoFood yang memudahkan. Khususnya teknologi yang memberikan informasi pesanan kepada merchant sebelum mitra driver datang, serta memberikan keleluasaan merchant untuk mengubah menu, harga, foto, dan jam operasional secara mandiri.

"Dampak positif dari futur teknologi GoFood dapat langsung terlihat pula pada performa bisnis mitra UMKM. 93% responden UMKM mengalami peningkatan volume transaksi setelah mereka menggunakan aplikasi khusus manajemen merchant GoFood (aplikasi GoBiz), bahkan 72% responden UMKM mengalami kenaikan klasifukasi omzet setelah mereka menggunakan aplikasi ini," katanya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers