web analytics
  

Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Sebut Ada Transaksi Mencurigakan

Kamis, 28 November 2019 06:44 WIB Faqih Rohman Syafei
Umum - Regional, Sidang Pembobolan Bank BRI Tambun, Saksi Sebut Ada Transaksi Mencurigakan, bank bri,bri,pembobolan bri,sidang bri,pembobolan bri,Sidang, Pembobolan, Kas BRI, BRI Tambun, Saksi, Curigai, Lapor, Hal Ini,

Sidang lanjutan dugaan pembobolan kas BRI Cabang Tambun, Bekasi, oleh Asisten Manager Operasional dan Layanan Ermansyah Putra kembali bergulir di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/11/2019). (Ayobandung.com/Faqih Rohman)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Sidang lanjutan dugaan pembobolan kas Bank BRI Cabang Tambun, Bekasi, oleh Asisten Manager Operasional dan Layanan Ermansyah Putra kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (27/11/2019).

Kali ini, tiga orang saksi, yakni Operasional Layanan dan Jaringan Kanwil BRI Jabar Erwin, teller BRI Cabang Tambun Desi Susanti, dan Sekretaris BRI Cabang Tambun Meita dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar.

Dalam kesaksiannya, Erwin mengaku mendapatkan laporan dari seorang supervisor BRI Cabang Tambun tentang transaksi pembukuan mencurigakan. Selanjutnya, hal tersebut dilaporkan ke kantor Pusat Bank BRI.

AYO BACA : Bobol Kas Bank BRI Rp13,8 Miliar, Ermansyah Putra Terancam 20 Tahun Penjara

"Saya dapat laporan ada beberapa aliran dari beberapa rekening, kesimpulannya saya mencurigai itu disalahgunakan. Ada yang masuk rekening giro PT Dika, itu pun saya lihat pengurusnya atas nama Ermansyah Putra," katanya, Rabu (27/11/2019).

Kecurigaan itu, kata dia, lantaran adanya aliran pembukuannya yang mengambil dari rekening internal yang dimasukan ke giro PT Dika. Menurutnya dana yang masuk ke rekening PT Dika sekitar Rp5 miliar.

"Dari rekening koran saya lihat ada beberapa transaksi yang melibatkan nomor handphone yang bersangkutan (Ermansyah). Saya juga menemukan pada tanggal 17 Oktober 2018 ada pengambilan dan dipindahkan dananya ada tiga kali, Rp2 miliar, Rp2 miliar lagi, terus Rp1 miliar ke rekening giro PT Dika," ucapnya.

AYO BACA : Pembobolan Kas BRI Bekasi, Diduga Ada Keterlibatan Internal

Sementara itu, koordinator kuasa hukum terdakwa Unggul Cahyaka mengatakan, pihaknya tidak menyangkal dengan sejumlah fakta yang terungkap di persidangan. Namun, dia mempertanyakan dana rekening PT Dika akan dikemanakan.

"Kalau faktanya seperti itu, cuman kan masksud saya masuk rekening itu tidak tahu mau dikemanakan dana itu tadi. Tidak juga nampak di persidangan, PT Dika putus disitu," ucapnya.

"Yang ngambil siapa, sehingga tidak tahu makanya kemudian masih sangsi PT Dika ini keperluannya untuk apa, dan apakah menang uang itu dikeluarkan oleh pejabat yang punya kewenang untuk itu," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya tidak memungkiri keterangan dari para saksi di persidangan. Namun, masih terdapat sejumlah fakta yang mengganjal, sehingga perlu di gali lebih dalam lagi dalam kasus Bank BRI ini.

"Fakta-fakta bahwa ada pemindahbukuan dan sebagainya, kita tidak pungkiri. Tapi apakah itu dilakukan oleh terdakwa ini masih tanda tanya," tuturnya.

AYO BACA : Sidang Pembobolan BRI, Pengacara Duga Ada Persengkokolan

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers