web analytics
  

Pengamat: Grabwheels Bukan Solusi Transportasi Ramah Lingkungan

Rabu, 27 November 2019 15:15 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pengamat: Grabwheels Bukan Solusi Transportasi Ramah Lingkungan, grabwheels, tabrakan grabwheels, penabrak grabwheels, keselamatan pengguna grabwheels

Ilustrasi (ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Belakangan, keberadaan skuter listrik mulai banyak dijumpai di sejumlah ruas jalan di kota-kota besar. Salah satu produsen penyedia jasa skuter listrik tersebut, Grab, mengatakan tujuan dari keberadaan skuter listrik tersebut adalah untuk menawarkan moda transportasi alternatif yang lebih ramah lingkungan bagi kaum urban.

Saat ini, skuter listrik milik Grab, yakni Grabwheels telah mengaspal di sejumlah titik di Jakarta dan Bandung. Executive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan menyebutkan, pihaknya berharap Grabwheels dapat menjadi pilihan moda transportasi jarak dekat yang ramah lingkungan.

"Kami harap GrabWheels bisa menjawab kebutuhan akan pilihan transportasi jarak dekat yang menyenangkan, praktis dan ramah lingkungan. Grab berkomitmen untuk dapat memberikan solusi bagi masyarakat Indonesia yang lebih luas," ungkapnya ketika ditemui pada peluncuran GrabWheels di kampus ITB Bandung, Selasa (1/10/2019).

Saat ini, di Bandung, Grabwheels juga telah beroperasi di sejumlah titik lainnya seperti di sekitaran Jalan Ir.H.Juanda (Dago). Para pengendara yang didominasi kaum muda nampak kerap berseliweran menggunakan skuter tersebut di trotoar maupun jalan sekitar.

AYO BACA : Dua Pengendara GrabWheels Tewas Akibat Tabrak Lari di Kawasan GBK

Menanggapi hal ini, pengamat transportasi ITB, Sony Sulaksono menilai skuter listrik termasuk GrabWheels belum dapat dikategorisasi sebagai moda transportasi alternatif yang ramah lingkungan. Meskipun berbahan bakar listrik dan diklaim bebas emisi, namun terdapat prasyarat lain yang dinilai belum dipenuhi, yakni aspek keselamatan.

"Green itu baru warnanya saja, belum jadi solusi. Sekarang banyak yang salah kaprah bahwa green transportation itu hanya merujuk pada kendaraan listrik saja, padahal juga ada aspek keselamatan dan lainnya," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (27/11/2019).

Skuter listrik tersebut dinilai belum aman karena belum ada jalur khusus yang dapat mewadahi penggunanya untuk berkendara. Jalur sepeda pun, Sony mengatakan, dinilai tidak aman karena skuter listrik memiliki kriteria yang berbeda dengan sepeda.

"Beda dengan sepeda, skuter ini lebih mirip sepatu roda. Kalau ada apa-apa yang kena langsung badan kita. Lagipula jalur sepeda yang ada sekarang pun belum banyak diperhatikan pengendara motor dan mobil," jelasnya.

AYO BACA : Penabrak Pengguna 'Grabwheels' di Jakarta Tidak Ditahan Polisi

Dirinya mencontohkan, Jepang pun saat ini telah melarang skuter listrik termasuk Grabwheels untuk beroperasi di jalan raya karena dianggap dapat membahayakan keselamatan penggunanya. Belum lama ini, dua orang pengguna Grabwheels pun harus meregang nyawa akibat kecelakaan yang dialami dengan sebuah mobil Camry di Pintu 1 Senayan, Jakarta.

"Jangan terlalu memaksakan diri, di Jepang pun sudah dilarang. Sebaiknya skuter ini hanya bisa dipakai di trotoar yang lebar, area taman, mall yang luas dan sebagainya. Seharusnya Grab lebih aware dengan hal itu, jangan semata-mata demi membuat terobosan tapi kurang memperhatikan keselamatan," jelasnya.

Sehingga, bila diadopsi sebagai moda transportasi alternatif, Sony menegaskan skuter listrik ini belum dapat disebut memadai. Skuter seperti Grabwheels dinilai lebih ideal untuk digunakan sebagai kendaraan penunjang wisata.

"Kalau jadi kendaraan ya nanti dulu. Sepeda saja sampai sekarang masih dianggap rentan apalagi skuter yang dampaknya (bila terjadi sesuatu) langsung kena tubuh," jelasnya.

Untuk itu, dirinya berharap ke depannya pihak Grab sebagai penyedia jasa skuter listrik dapat lebih mengedukasi para penyewanya untuk senantiasa menggunakan helm dengan baik. Termasuk pelindung kaki dan lampu pada skuter pun dianggap perlu ditambahkan.

"Untuk penggunanya silakan pakai skuter itu untuk senang-senang atau bergaya, asal hindari jalan raya dan sebisa mungkin hanya menggunakan trotoar. Jangan sendirian, upayakan bergerombol. Pakai juga sepatu dan baju lengan panjang agar lebih aman," tuturnya.

AYO BACA : Pengamat: Skuter Listrik Grabwheels Berbahaya

Editor: Rizma Riyandi
dewanpers