web analytics
  

Pengamat: Skuter Listrik Grabwheels Berbahaya

Rabu, 27 November 2019 13:35 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Pengamat: Skuter Listrik Grabwheels Berbahaya, Grabwheels, pengamat transportasi, kontroversi grabwheels, skuter listrik, grab

Pengguna Grabwheels (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Maraknya penggunaan skuter listrik Grabwheels di sejumlah ruas jalan kota-kota besar di Indonesia mengundang kekhawatiran.

Pasalnya, kecelakaan yang melibatkan pengendara skuter tersebut sempat terjadi di Jakarta pada Minggu (10/11/2019) dini hari. Sebuah mobil Camry menabrak enam pengendara Grabwheels di pintu 1 Senayan yang menyebabkan dua di antaranya meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, pakar transportasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sony Sulaksono mengatakan, penggunaan Grabwheels di area dekat jalan raya terlalu berbahaya. Dia menyebutkan, skuter tersebut tidak dapat disamakan dengan kendaraan lainnya termasuk sepeda.

AYO BACA : Dua Pengendara GrabWheels Tewas Akibat Tabrak Lari di Kawasan GBK

Belum lagi, saat ini tidak seluruh ruas jalan memiliki jalur sepeda yang memadai.

"Grabwheels ini kan akan dibuat regulasinya ditetapkan sebagai kategori sepeda. Tapi di kita jalur sepeda pun belum banyak dan para pengendara kendaraan bermotor cenderung tidak terlalu memerhatikan jalur tersebut," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (27/11/2019).

"Dan Grabwheels pada dasarnya juga berbeda dengan sepeda apalagi sepeda motor karena benar-benar personal. Ketika jatuh atau kecelakaan yang kena langsung pada badan kita. Jadi sangat berbahaya untuk dipakai di jalan raya," tambahnya.

AYO BACA : 1.000 GrabWheels Siap Mengaspal di Bandung

Dia mengaku kurang setuju apabila skuter listrik tersebut dikategorisasi sebagai sepeda. Menurutnya, peruntukannya lebih mirip dengan sepatu roda. Sehingga, perlu ada lokasi khusus di mana penggunaan Grabwheels diperkenankan. Jalan raya bukan salah satunya.

"Grabwheels ini seharusnya diperlakukan sebagai sepatu roda. Jadi lebih berbahaya ketika dipakai di jalan raya. Meskipun banyak yang memakainya di trotoar, tapi juga karena kondisi trotoar tidak rata jadi ujung-ujungnya banyak yang turun ke jalan juga," jelasnya.

"Dari bentuknya lebih cocok diperuntukkan di kawasan-kawasan terbatas seperti mal yang luas, di taman kota, atau misalnya di bandara untuk berjalan dari terminal satu ke terminal lainnya," ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan pihak Grab yang dinilai belum menyediakan dan menyosialisasikan fasilitas keamanan Grabwheels dengan memadai. Menurutnya, seharusnya pihak Grab dapat dengan tegas melarang penggunaan skuter listrik tersebut ke jalan raya dan mewajibkan penggunaan helm dengan aman. Fasilitas pelindung siku dan kaki pun dianggap perlu untuk diberikan.

"Safetynya masih sangat kurang, baik dari kesadaran pengguna maupun pihak penyedia layanan. Mereka seharusnya bisa menekankan penggunaan helm yang benar, melarang pengguna untuk masuk ke koridor jalan dan kalau bisa hanya dipakai di trotoar, dan sebagainya. Sepatu roda saja dilengkapi lampu, seharusnya skuter ini juga," jelasnya.

AYO BACA : Ingin Naik GrabWheels di Bandung? Ini Caranya

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers