web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Anak Bangsa Produksi Mesin Pembayaran Digital

Selasa, 26 November 2019 22:11 WIB Tri Junari

Kementerian Perindustrian RI melakukan peluncuran produksi perdana mesin transaksi digital Quick Response Electronika Data Capture (QR-EDC). (Ayobandung.com/Tri Junari)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Industri dalam negeri kini mulai memproduksi mesin transaksi digital Quick Response Electronika Data Capture (QR-EDC). Produksi perdana diluncurkan Kementerian Perindustrian RI melakukan peluncuran produksi perdana di PT. Tata Sarana Mandiri (TSM), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Peluncuran produksi perdana ini dihadiri dan diresmikan oleh Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih di Bandung, Selasa, (26/11/2019).

“Saya sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh PT. Tata Sarana Mandiri, sebagai industri pionir produk berteknologi tinggi. Kehadiran mesin QR-EDC sebagai alat transaksi diharapkan akan meningkatkan daya saing dan pertumbuhan IKM di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Dirjen IKMA di sela pembukaan.

TSM QR-EDC merupakan mesin EDC pertama di dunia yang memiliki teknologi dual screen yang berguna untuk menampilkan menu aplikasi dan kode QR pembayaran, disertai dengan dua kamera depan untuk memindai kode QR dari pelanggan.

Perangkat ini merupakan hasil rancangan dan pengembangan TSM secara mandiri dengan keterlibatan anak-anak bangsa, selain itu TSM juga mengajak perusahaan nasional yaitu PT. Hana Master Jaya yang berdomisili di Bandung sebagai partner untuk melakukan produksi.

Dengan tampilan dual screen, tampilan layar dapat dilihat langsung oleh merchant dan pembeli sehingga aktivitas transaksi akan lebih mudah dan praktis.

Arah pengembangan teknologi yang terdapat di dalam mesin QR-EDC ini berdasarkan analisa mendalam mengenai kebutuhan dan tren dunia pembayaran digital yang akan beranjak dari cash/card-based menjadi cash/card-less.

TSM menyematkan teknologi mobile berbasis 4G dengan Chipset Snapdragon yang dikembangkan oleh Qualcomm, QR-EDC buatan TSM ini juga memungkinkan kustomisasi sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga akan memudahkan pelaku usaha maupun masyarakat untuk melakukan transaksi finansial lebih advance dari sebelumnya.

AYO BACA : Digitalisasi Jadi Senjata Utama bank bjb Genjot Kinerja

Menurut Gati, kemudahan bertransaksi akan memberikan dampak yang sangat positif bagi para IKM dalam melakukan penjualan produk- produk yang ditawarkan kepada para konsumen.

Melalui kesempatan ini, lanjutnya, kami mengajak agar teknologi menjadi bagian yang ikut meningkatkan peran IKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional dan dengan adanya teknologi yang dapat mendorong transformasi digital industri menuju revolusi industri ke-4.

“Ditengah masa revolusi industri 4.0 yang merupakan era digitalisasi, IKM dan UMKM yang jumlahnya 99 % dari total jumlah usaha di Indonesia ini harus mendapat stimulant dan perhatian khusus untuk dapat bersaing dan mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Gati menjelaskan, revolusi industri ke-4 merupakan era dimana terjadi konektivitas secara nyata antara manusia, mesin, dan data.  Meskipun tidak kita sadari, era ini telah mulai memasuki lini kehidupan masyarakat melalui teknologi-teknologi baru seperti QR-EDC yang sehari-hari digunakan sebagai mesin pembayaran digital yang berbasis teknologi kode QR.

Teknologi ini diharapkan dapat membantu mendigitalisasi sistim transaksi UMKM di Indonesia dan memberikan peluang untuk mempermudah proses transaksi bagi para IKM di daerah wisata yang sering dikunjungi wisatawan maupun yang berada di wilayah sentra sentra industri kecil.

CEO PT. Tata Sarana Mandiri, Yovita Bellina Lim mengatakan, solusi mesin pembayaran digital tersebut juga memiliki keunggulan lain yaitu memiliki kode QR dinamis, sifat mobile yang telah didukung kapasitas baterai sebesar 5.000 MAh, harga yang kompetitif dan terjangkau.

QR-EDC buatan anak bangsa ini telah mendukung penggunaan QRIS sesuai dengan standar Bank Indonesia, EMV QR Code (Europay, Mastercard and Visa) dan contactless yang didukung OS TSM sehingga aman untuk digunakan bertransaksi.

“Karakter unggul yang dimiliki produk tersebut menjadikannya memiliki target pasar yang cukup luas mulai dari UMKM, Bank, Lembaga Pemerintah untuk menyalurkan bantuan hingga subsidi, Koperasi, dan diharapkan dapat diekspor keluar Indonesia,” katanya.

AYO BACA : Penggunaan Uang Tunai Akan Semakin Sedikit

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers