web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Pelaku Start-Up Ungkap Skill yang Dibutuhkan Milenial di Industri 4.0

Selasa, 26 November 2019 20:33 WIB Nur Khansa Ranawati

PR & Marketing Communication PT Qlue Performa Indonesia, Iwan Kurniawan (tengah) saat memberi pemaparan di kampus Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Selasa (26/11/2019). (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM--Saat ini, bekerja di perusahaan start-up merupakan salah satu hal yang banyak diinginkan para milenial hingga generasi Z yang baru menyelesaikan studinya di universitas. Namun, pola kerja yang disebut berbeda dengan kantor konvensional membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai kemampuan apa saja yang perlu dimiliki sebelum menapaki karir di industri ini.

PR & Marketing Communication salah satu start-up yang bergerak di bidang informasi dan teknologi, Qlue, Iwan Kurniawan mengatakan, terdapat sejumlah kemampuan yang diperlukan seseorang untuk dapat mengembangkan karirnya di dunia start-up. Bagi yang bekerja di dunia IT, setidaknya terdapat lima hardskill yang diperlukan.

AYO BACA : Startup Indonesia Juara SEED Awards 2019 Kategori Bisnis Low Carbon

Bagi para lulusan IT, hal yang penting untuk dikuasai adalah cloud computing, Internet of Things (IoT), big data, artificial intelligence dan cyber physical system, ujarnya ketika ditemui selepas menyampaikan materi dalam sharing session bertajuk Embrace Your Identity through Digital Marketing di Universitas Padjadjaran,Jatinangor, Selasa (26/11/2019).

Kelima hal tersebut dinilai menjadi hal yang akan terus berkembang di dunia IT selain bidang virtual reality, sehingga penguasaan di lima bidang tersebut dinilai penting. Selain itu, sejumlah kemampuan lainnya juga perlu dikuasai oleh para lulusan jurusan sosial.

AYO BACA : Ridwan Kamil Ajak Startup Digital Atasi Masalah Jabar

Untuk lulusan jurusan lainnya, ada empat C yang harus dikuasai, yakni communication, collaboration, creativity dan critical thinking yang akan menjadi bekal untuk seseorang bertahan di dunia start-up, jelasnya.

Selain itu, dirinya juga memaparkan hal yang kerap menjadi hambatan bagi para fresh graduate ketika baru menjajaki dunia kerja. Perbedaan kultur antara kampus dengan dunia kerja seringkali memerlukan waktu untuk dapat diatasi.

Sehingga, Iwan menyarankan agar para fresh graduate dapat bersikap proaktif dan tidak segan untuk banyak bertanya ketika dihadapkan pada pekerjaan baru.

Kebanyakan fresh graduate itu belum siap, rata-rata masih kebawa suasana kampus, padahal sudah harus menghadapi tantangan-tantangan profesional, katanya.

Tips-nya adalah cari role model di kantor untuk dijadikan mentor. Jadikanlah orang-orang yang memiliki kemampuan bagus untuk dijadikan panutan. Jangan malu untuk bertanya, karena banyak karyawan yang takut oleh bos-nya sehingga mengerjakan pekerjaan berdasarkan asumsi, ujarnya.

AYO BACA : Ini Skill yang Harus Dimiliki untuk Kerja di Start-Up

Editor: Dadi Haryadi

artikel lainnya

dewanpers