web analytics
  

Tito Sebut Data Penduduk Percepat Penanganan Kasus Terorisme

Selasa, 26 November 2019 08:07 WIB
Umum - Nasional, Tito Sebut Data Penduduk Percepat Penanganan Kasus Terorisme, Tito, Data, Penduduk, Percepat, Penanganan, Kasus, Terorisme,

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku data penduduk memudahkan aparat menangani kejahatan. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian menyatakan, pemanfaatan data kependudukan yang dilakukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sangat membantu penanganan kasus kejahatan di Indonesia.

Menurut dia, pemanfaatan data dukcapil telah bermanfaat bagi Kementerian/Lembaga yang menggunakannya termasuk di institusi Polri.

AYO BACA : Izin FPI Masih Dikaji, Ini Kata Mendagri

"Ini membanggakan kita. Mereka menggunakan data Dukcapil untuk menjadi data awal kegiatan-kegiatan mereka. Saya sendiri sebagai mantan Kapolri sangat mengetahui bagaimana manfaat dari data Dukcapil," kata Mendagri, dikutip dari Republika, Selasa (26/11/2019).

Tito mencontohkan sebelum berlakunya sistem Dukcapil, Polri sempat merasa kesulitan dalam menemukan pelaku bom bunuh diri di Bali, kendati sidik jari dan gambar wajah pelaku telah teridentifikasi. "Karena belum ada sistem, makanya kami mencari manual siapa orangnya," ujar Tito.

AYO BACA : Foto Jadul Tito Karnavian Beredar, Netizen: Gantengnya Diformalin

Namun, kondisi berbeda setelah sistem Dukcapil berlaku. Polri lebih mudah mengungkap pelaku-pelaku kejahatan terutama kasus terorisme di Tuban, bom Kampung Melayu, hingga kasus bom di Thamrin.

"Saat itu lebih mudah, hanya dalam waktu hitungan menit. Karena sidik jari hingga gambar muka sudah bisa diidentifikasi melalui data Dukcapil. Ini kemajuan luar biasa," tuturnya.

Tanpa data Dukcapil, kata Tito, mungkin pengungkapan kasus terorisme tersebut akan memakan waktu panjang bahkan hingga berbulan-bulan.

Dia mengemukakan, data Dukcapil dapat dikerjasamakan juga dengan pihak lain seperti Kementerian Sosial misalnya untuk menangani masalah Bantuan Sosial lebih tepat sasaran.

AYO BACA : Umar Patek: Belajar Agama Jangan Hanya dari Internet

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers