web analytics
  

TKI Indramayu Pulang Setelah 15 Tahun Hilang Kontak di Oman

Senin, 25 November 2019 18:35 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, TKI Indramayu Pulang Setelah 15 Tahun Hilang Kontak di Oman, TKI Indramayu, berita indramayu, indramayu hari ini, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)

Muyasiroh (kiri) pekerja migran yang 15 tahun hilang kontak dengan pihak keluarga dan saat ini sudah kembali lagi ke kampung halamannya. (ANTARA/Ho SBMI)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu kembali lagi ke kampung halamannya setelah 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Kabupaten Indramayu Juwarih mengatakan, pekerja migran itu bernama Muyasiroh (30). Perempuan itu sudah kembali ke kampung halamannya pada Minggu (24/11/2019) kemarin.

AYO BACA : Kelasnya Rusak, Siswa SD di Indramayu Dihantui Ketakutan

"Pada hari Minggu Muyasiroh sudah berkumpul dengan keluarganya lagi," kata Juwarih, Senin (25/11/2019).

Muyasiroh, kata Juwarih, merupakan warga Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Muyasiroh putus kontak dengan keluarga sejak 4 Oktober 2004 lalu setelah berpamitan untuk bekerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) ke luar negeri, namun saat itu juga tidak diketahui keberadaannya.

AYO BACA : 24 Spesialis Curanmor Antarprovinsi Diamankan di Indramayu

Menurutnya, pada saat ditanya alasan kenapa tidak memberi kabar ke orang tua, Muyasiroh hanya diam karena masih belum bisa berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

"Karena selama 15 tahun bekerja di Oman dirinya belum pernah bertemu dengan orang Indonesia," ujarnya.

Muyasiroh, kata Juwarih, ditemukan dan dipulangkan ke Indonesia setelah keluarga mengadukan permasalahannya yang 15 tahun hilang kontak saat bekerja di Oman, ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, pada 13 Oktober 2019.

Kemudian SBMI Indramayu meneruskan aduan dari keluarga Muyasiroh ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negara RI secara tertulis pada 15 Oktober 2019.

AYO BACA : Kurangi Candu pada Gawai, Anak Muda Indramayu Bikin Perpustakaan Keliling

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers