web analytics
  

Alasan KPU Kabupaten Bandung Minta Tambahan Anggaran Pilkada

Minggu, 24 November 2019 13:46 WIB Mildan Abdalloh

Logo KPU. (Istimewa)

SOREANG,AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung mengajukan tambahan anggaran untuk Pilkada 2020.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Agus Baroya mengatakan, tambahan anggaran yang diajukannya berkisar Rp22 miliar.

AYO BACA : Koruptor Nyalon Kepala Daerah, Ini Kata KPU Kabupaten Bandung

Sebelumnya, KPU Kabupaten Bandung telah mendapat anggaran sebesar Rp99 miliar untuk Pilkada 2020. Anggaran tersebut telah disepakati oleh Pemkab Bandung.

"Kami menerima surat Edaran Kemenkeu terkait penyesuaian honor untuk adhock," tutur Agus, Minggu (24/11/2019).

AYO BACA : PKS Tidak Khawatir Kader Menyebrang Ke Partai Gelora

Setelah dilalui penghitungan, kata Agus, dengan penyesuaian anggaran untuk honor adhock, total kebutuhan anggaran untuk Pilkada 2020 sebesar Rp121 miliar. Sementara anggaran yang telah ditandatangani dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) hanya sebesar Rp99 miliar sehingga masih defisit Rp22 miliar.

Besarnya permintaan tambahan anggaran tersebut dikarenakan Kabupaten Bandung merupakan daerah dengan pemilih kedua terbanyak di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor.

"DPT Kabupaten Bandung itu mencapai 2.360.659," ujarnya.

Dengan jumlah pemilih mencapai 2,36 juta jiwa, maka kebutuhan untuk adhock seperti PPK, PPS, KPPS dan KPPD juga sangat banyak. Sehingga, kata Agus, berdampak pada besarnya kebutuhan untuk honor adhock tersebut.

"60% anggaran Pilkada digunakan untuk belanja pegawai," tutupnya.

AYO BACA : 826 Pasutri Bercerai Akibat Pilkada Langsung

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

artikel lainnya

dewanpers