web analytics
  

Mantan Presdir Lippo Cikarang Siap Layangkan Praperadilan

Jumat, 22 November 2019 15:13 WIB Faqih Rohman Syafei
Bandung Raya - Bandung, Mantan Presdir Lippo Cikarang Siap Layangkan Praperadilan, Mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto, Suap Meikarta, Praperadilan,

Pengacara Bartholomeus Toto, Supriyadi. (Ayobandung.com/Faqih Rohman Syafei)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM--Pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap Meikarta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dilakukan penahanan, Eks Presdir PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto akan melayangkan praperadilan ke PN Jakarta Selatan.

Pengacara Bartholomeus Toto, Supriyadi menilai penetapan tersangka terhadap kliennya tidak sesuai dengan prosedur yang ada. Namun demikian, pihaknya tetap menghargai proses hukum yang tengah berjalan.

"Tidak terima dengan status (tersangka) ini. Oleh karena itu akan mengajukan praperadilan pada Senin (25/11/2019), kita akan daftar," ujarnya kepada awak media di Bandung, Jumat (22/11/2019).

Dia mengaku terkait kesiapan langkah tersebut sampai sekarang masih dalam tahap menyiapkan sejumlah materi untuk praperadilan. Menurutnya, terdapat banyak kejanggalan dalam penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Banyak kejanggalan, dasarnya berkeyakinan kita tidak salah kita lihat proses perkaranya tidak utuh," tutur Supriyadi.

AYO BACA : Kasus Meikarta, KPK Panggil Mantan Presdir Lippo Cikarang

Dia menjelaskan kliennya dituduh mengetahui dana sebesar Rp10,5 miliar yang digunakan untuk menyuap proyek Meikarta oleh Edi Dwi Soesianto dalam persidangan. Dinilainya, jika Edi mengetahui hal tersebut, pastinya turut terlibat dalam perkara ini.

"Kalau Edi tahu berarti ikut terlibat tapi sampai sekarang tidak ditetapkan sebagai tersangka. Kenapa tidak ditetapkan sebagai tersangka juga," ucapnya.

"Toto ini dipidana apakah pribadi dia melakukan tindak pidana, atau sebagai pimpinan korporasi tertinggi atau Presdir. Kan harus dipisahkan pertanggungjawabannya pribadi dan korporasi," katanya.

Supriyadi menambahkan dalam perkara ini yang diuntungkan adalah Meikarta, sedangkan kliennya merasa dirugikan karena telah di fitnah.

"Meikarta yang diuntungkan dengan disuapnya bupati ini, artinya Meikarta yang harus tanggung jawan sebagai korporasi tidak bisa orang di pidana begitu saja," katanya.

AYO BACA : Jadi Tersangka Meikarta, Presdir Lippo Cikarang Akhirnya Ditahan KPK

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers