web analytics
  

FAPII Gelar Simposium Nasional di Bandung

Kamis, 21 November 2019 05:21 WIB Faqih Rohman Syafei

[REDAKSI] (bandung) FAPII Gelar Seminar Nasional dan Deklarasi di Arya Duta Bandung. (ayobandung.com/Faqih)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Forum Alumni Pelajar Islam Indonesia (FAPII) menggelar simposium nasional dan deklarasi di Hotel Aryaduta, Bandung, Rabu (20/11/2019) malam.

Acara yang berlangsung dari 20 - 22 November 2019 ini, bertujuan untuk memperkenalkan organisasi FApii dan menyebarkan gagasan tentang Islam Wasathiyah kepada masyarakat luas. 

"Kami organisasi alumni Pelajar Islam Indonesia yang memiliki ciri Islam Wasathiyah," ujar Anggota Dewan Pendiri FApii, Fami Fachrudin di lokasi, Rabu (20/11/2019).

Fami mengatakan sejak awal organisasi ini dibangun yakni berlandaskan Islam Wasathiyah. Landasan ini, kata dia sebagai anti-thesis dari banyaknya gerakan politik Islam yang semakin 'mengeras' dan mengancam keutuhan negara Indonesia.

"Makin hari makin tidak toleran dan bisa-bisa dikatakan mengancam keutuhan NKRI. Kita tidak ingin Indonesia seperti Suriah atau Afganistan maka sejak awal punya kesadaran untuk lawan itu bersama," katanya.

Dia menyebutkan ada dua fokus utama dalam organisasi ini, mulai dari program peningkatkan kualitas SDM anggota dengan pelatihan yang berkaitan dengan profesinya masing-masing.

"Misalnya alumni berbasis guru, kita akan melakukan pelatihan kualitas guru. Jika ada yang menjadi ustadz atau mubaligh kita tingkatkan kualitasnya entah dari bahasa, agau kontennya," kata Fami.

Lanjut Fami, program kedua yakni dengan sinergi, kolaborasi bisnis antar anggota. Sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan para anggota.

"Dengan kualitas SDM yang bagus dan ekonominya baik, maka alumni punya kesempatan untuk berkiprah secara luas di masyarakat dengan membawa prinisp perkumpulan jangan anti orang berdasarkan etnik, suku, agama dan sebagainya," katanya.

Dia mengatakan melalui pembenahan internal organisasi, diharapkan akan mampu memberikan dampak positif pada masyarakat sekitarnya.

"Benahi internal untuk memperbaiki di luar, kami memposisikan berada di tengah tengah dengan sikap Islam Rahmatanlilalamin dengan terbuka dan toleran," pungkasnya.

Editor: Rizma Riyandi

artikel lainnya

dewanpers