web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Lagi, Sukmawati Dilaporkan ke Polisi Gara-gara Ucapannya

Rabu, 20 November 2019 18:19 WIB

Sukmawati Soekarno Putri. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Putri Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarno Putri, kembali dilaporkan kepada polisi karena ucapannya, yakni dugaan ujaran kebencian dan dugaan penistaan agama.

“Laporannya terkait dugaan penistaan agama sebagaimana diatur dalam Pasal 156a terkait penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Sukmawati,” kata Azis Yanuar selaku kuasa hukum Ketua DPD FPI DKI Jakarta Abuya KH Abdul Majid sebagai pihak pelapor, di Mabes Polri, Rabu (20/11/2019).

AYO BACA : NU Jabar: Sukmawati Ceroboh

Menurut Azis, pernyataan Sukmawati yang menyinggung umat Islam adalah terkait Pancasila dan Alquran, kemudian Nabi Muhammad dan Soekarno.

“'Mana lebih bagus Pancasila sama Alquran', 'kemudian sekarang saya mau tanya yang berjuang di abad 20 itu Nabi yang mulia Muhammad atau Soekarno untuk kemerdekaan',” ujar Azis yang mengutip pernyataan Sukmawati.

AYO BACA : Sukmawati Minta Masjid Seleksi Muazin

Menurutnya, laporan diterima dengan nomor polisi LP/B/0986/XI/2019/Bareskrim tanggal 20 November 2019. Pihaknya juga membawa barang bukti berupa rekaman penuh video acara diskusi kebangsaan.

“Acaranya kan judulnya bangkitkan nasionalisme dan kita tangkal radikalisme, tapi isinya malah seperti itu dari statement Bu Sukmawati,” ucapnya.

Menurut Azis, acara yang diinisiasi oleh Humas Polri sejatinya tidak ada masalah. Namun yang disayangkan adalah hal yang disampaikan oleh Sukmawati dalam acara tersebut.

“Kalau urusannya terkait kebaikan-kebaikan umat Islam ini enggak masalah. Ini dikaitkan-kaitkan seakan-akan bahwa yang terkait radikalisme itu adalah umat Islam dan tadi Alquran dan Nabi Muhammad,” tuturnya.

Sebelumnya, Forum Pemuda Muslim Bima (FPMB) juga melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut diterima Bareskrim Polri pada 19 November 2019.

AYO BACA : Pernyataan Sukmawati Ancam Kerukunan Umat Beragama

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers