web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Menhub Panggil 2 Operator Ojol Terkait Bom Medan

Kamis, 14 November 2019 07:54 WIB Firda Puri Agustine

Ilustrasi ojek online. (ANTARA)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memanggil dua perusahaan operator ojek online (ojol) terkait insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, yang terjadi pada Rabu (13/11/2019). Terduga teroris yang tewas diketahui mengenakan atribut ojol saat melancarkan aksinya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dan meminta perusahaan mengevaluasi soal atribut dan proses rekrutmen pengemudi.

“Kita panggil (perusahaan yang mengeoperasikan ojol) untuk evaluasi dan menerapkan SOP (standard of procedure) yang lebih ketat,” kata Budi saat dikonfirmasi Ayobekasi.net, Rabu (13/11/2019).

Pemanggilan tersebut, lanjutnya, juga untuk meningkatkan kewaspadaan dan prinsip kehati-hatian, khususnya yang terkait dengan penggunaan atribut serta proses rekrutmen pengemudi. Kemenhub berharap adanya seleksi yang lebih profesional terhadap calon mitra.

“Kita perlu evaluasi rekrutmen. Proses rekrutmen sebaiknya dilakukan tatap muka dan berdasar pada referensi,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan penyedia jasa ojek online juga harus melakukan pemantauan terhadap para mitra pengemudi yang aktif. Baik itu karakteristik maupun performa kerjanya.

“Intinya kami juga minta untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi,” kata Budi.

 

Editor: Fira Nursyabani

artikel lainnya

dewanpers