web analytics
  

4 Destinasi Wisata Religi di Purwakarta

Rabu, 13 November 2019 15:11 WIB Dede Nurhasanudin
Gaya Hidup - Wisata, 4 Destinasi Wisata Religi di Purwakarta, wisata religi purwakarta, wisata purwakarta, berita purwakarta, purwakarta hari ini, ayopurwakarta

Wisata Religi Makam Syech Baim Yusuf. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Purwakarta memiliki banyak destinasi wisata yang menjadi rekomendasi dan sayang jika dilewatkan, mulai dari wisata alam, wisata edukasi, wisata sejarah, wisata budaya, hingga wisata religi.

Sekertaris Dinas Pemuda, Olahraga, Parawisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar mengatakan, setidaknya ada empat wisata religi yang menjadi rekomendasi bagi wisatawan jika berkunjung ke Purwakarta. Berikut ulasannya:

1. Makam Syech Baing Yusuf

Makam Syech Baing Yusuf berada di Jalan Gandanegara, Desa Cipaiasan, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Makam Syech Baing Yusuf tepat berada di belakang masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta.

Berdasarkan cerita berkembang di masyarakat, Syech Baing Yusuf merupakan salah satu tokoh sejarah yang menyebarkan Islam di Purwakarta. Beliau merupakan guru Syech Nawawi Al-Bantani Ulama Indonesia yang menjadi Imam di Masjidil Haram.

AYO BACA : Purwakarta Unggulkan Teh Putih ke Pasar Luar Negeri

2. Makam Evang Pandita

Makam Evang Pandita terletak di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Makam Eyang Pandita berada di Kawasan Desa Wisata Kampung Tajur, berdekatan dengan Curug Panembahan.

"Oleh masyarakat setempat Eyang Pandita dipercaya sebagai sesepuh Desa Pasanggrahan. Keunikan dari makam ini adalah lokasinya yang berada di atas bukit, sehingga dapat terlihat pemandangan gunung Burangrang, area pesawahan, perkebunan sayur warga dan kawasan hutan," kata Heri, Rabu (13/11/2019).

3. Makam Dalem Gandasoli

Makam Dalem Gandasoli berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Berkaitan dengan nama Gandasoli konon ceritanya sekitar Tahun 1628 datang seorang panglima tentara Mataram bernama Raden Surya Sumadita Angga Yuda atau akrab disapa Eyang Dalem Gandasoli dengan Mbah Balung Tunggal, Mbah Jaksa dan lainnya.

AYO BACA : Mengenal Sunda Lebih Dalam di Museum Bale Indung Rahayu Purwakarta

Beserta Pasukannya dengan tujuan untuk menggempur tentara VOC yang berada di Batavia. Sebelum sampai ke tujuan beliau bersama pasukannya sempat singgah di suatu tempat yang bernama Lembur Kolot (dahulu masuk Desa Gandasoli, sekarang masuk Desa Mekarsari).

Pada waktu itu jalur sungai yang digunakan untuk menuju Batavia satu-satunya melalui Sungai Citarum. "Eyang Dalem Gandasoli meninggal pada tahun 1713. Peralatan dan bajunya sampai saat ini masih ada dan diamankan oleh warga sekitar," ujar dia.

4. Makam Mama Sempur

Makam Mama Sempur terletak di Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Nama lengkapnya adalah KH. Tubagus Ahmad Bakri bin KH. Tubagus Syeda bin KH. Tubagus Arsyad.

Mama Sempur adalah salah satu tokoh muslim di Purwakarta yang menyebarkan agama Islam. Beliau saat ini dikenal sebagai Mama Sempur. Dia mendapat garis layak dari Keraton Banten (Istana Banten), diambil dari garis layak KH. Tubagus Arsyad dari Keraton Banten.

Di akhir setiap Dzulqaidah (11 bulan tahun Hijriah), tempat itu selalu melaksanakan Haulan, sebuah peristiwa untuk mengingat wafatnya Mama Sempur.

"Hingga saat ini setiap peringatan wafat Mama Sempur banyak para peziarah yang datang dari berbagai daerah, bahkan tidak sedikit pula dari luar provinsi. Warga sekitar mendapat barokah dari peringatan haul Mama Sempur karena lahan milik mereka disewa untuk lapak berjualan kepada para pedagang di sekitar makam,"ucap Heri.

Menurutnya, keberadaan wisata religi tentu berdampat terhadap jumlah kunjungan ke Purwakarta yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. "Yah tentu, selama ini juga kita terus menggali destinasi agar jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat,"ujar Heri.

AYO BACA : Yuk, Kenali Sejarah Purwakarta dengan Bus Kidang Pananjung

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers