web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Begini Isi Kamar Petinggi Negara saat KAA di Savoy Homann Bandung

Senin, 11 November 2019 17:44 WIB Nur Khansa Ranawati

Kamar 114 yang ditempati Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru saat Konferensi Asia Afrika di Hotel Savoy Homann Bandung. (Ayobandung.com/Nur Khansa Ranawati)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Hotel Savoy Homann yang terletak di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, merupakan saksi bisu dari pelbagai sejarah penting. Sejumlah orang ternama di dunia pernah menginap di tempat ini, tak terkecuali para petinggi negara yang mengikuti Konferensi Asia Afrika pada 1955.

Beberapa di antaranya Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Zhou Enlai, hingga Presiden RI pertama Ir Soekarno. Mereka dan delegasi negara lainnya menempati hotel tiga lantai ini sebagai tempat beristirahat selama KAA berlangsung.

Ketiga petinggi negara tersebut mendapatkan fasilitas kamar utama di Savoy Homann, yakni Homann Suite. Ayobandung.com berkesempatan mengunjungi salah satu kamar yang digunakan, yakni kamar Jawaharlal Nehru di lantai 1 kamar 144, Senin (11/11/2019).

Begitu pintu kamar dibuka, ruangan yang langsung terlihat adalah ruang tamu dengan dua sofa vintage berwarna cokelat. Di sisi kirinya terdapat pajangan kolase foto Nehru selama berada di KAA.

AYO BACA : Mengenal Gedung Denis yang Mirip Savoy Homman

Public Relation Savoy Homann Revinna Tova Nugraha mengatakan, susunan ruangan dan fasilitas yang terdapat di ketiga kamar petinggi negara tersebut dibuat identik. Hal yang membedakan hanyalah kolase foto dan pajangan alat musik yang disesuaikan dengan negara masing-masing.

Soekarno menempati kamar nomor 244 di lantai dua, sementara Zhou Enlai di kamar nomor 344 lantai 3. "Semua fasilitasnya sama, dan sama-sama memiliki balkon spesial yang menghadap langsung ke Gedung Merdeka," ungkapnya kepada Ayobandung.com.

Selepas memasuki ruang tamu, terdapat akses menuju ruang utama yang di sisi kanan-kiri dinding lorongnya dipasangi pajangan lukisan abstrak dan alat musik khas negara masing-masing. Di kamar Nehru, terdapat sitar khas India sementara di kamar Soekarno dipasangi angklung.

"Di setiap kamar yang pernah ditempati presiden, kita kasih simbol masing-masing. Di kamar Indonesia terdapat angklung dan di Cina ada alat musik khas Cina," ujarnya.

AYO BACA : Filosofi Desain Jersey Persib Bandung Musim 2019

Kamar tersebut terdiri atas dua ruang tidur yang terpisah, yakni tempat tidur utama yang lebih luas dengan kamar mandi pribadi dilengkapi jacuzzi, serta kamar tidur keluarga yang lebih kecil dengan kamar mandi pribadi standar. Keseluruhan nuansa ruangan didominasi gradasi warna cokelat kayu yang memberi kesan hangat sekaligus elegan.

Selain kamar tidur, selayaknya sebuah apartemen, kamar yang ditempati Nehru—juga Soekarno dan Zhou Enlai—memiliki area living room dan ruang kerja serta area makan yang cukup luas. Area living room dengan area makan dipisahkan oleh sebuah bar kecil.

Salah satu hal paling menarik dari kamar tersebut, selain fasilitas nomor satunya, adalah pemandangan dari balkonnya yang luas dan berada di lengkungan hotel Homann. Dengan begitu, hal itu memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan Jalan Asia Afrika dan Gedung Merdeka dari sudut yang jarang ditemukan sehari-hari.

Revinna menyebutkan, kamar-kamar tersebut saat ini kerap digunakan untuk menginap oleh para pejabat negara termasuk presiden saat berada di Kota Bandung. Namun, ketiga kamar tersebut juga terbuka untuk disewa oleh masyarakat umum.

"Kamar ini dibuka untuk umum, rate-nya seharga Rp5,5 juta per malam," ungkapnya.

Tertarik mencoba?

AYO BACA : Bagian Lantai Atas Savoy Homann Terbakar

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel lainnya

dewanpers