web analytics
  
Banner Kemerdekaan

Peringatan Hari Pahlawan: Jangan Hanya Sebatas Seremonial

Sabtu, 9 November 2019 13:44 WIB Netizen Netizen

Taman makan pahlawan Bandung. (Harry Ditto)

Tepat di tanggal 10 November, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Peringatan hari pahlawan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kita atas kemerdekaan Indonesia dan mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan nyawanya untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. 

Kita merasa beruntung karena hidup dimasa yang damai dan menikmati hasil jerih payah dari para pahlawan yang telah berhasil melepaskan Indonesia dari tangan penjajahan.

Awal mula peringatan hari pahlawan yang jatuh ke tanggal 10 November adalah diambil dari peristiwa perlawanan masyarakat Surabaya (yang dikenal arek-arek Suroboyo) terhadap sekutu sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan yang menewaskan Jenderal AWS Mallaby. 

Momentum tersebut menjadikan spirit para pejuang bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah, seperti di Bandung yang dikenal dengan Bandung Lautan Api, di Semarang dikenal dengan pertempuran 5 hari, di Yogyakarta dikenal dengan Serangan Umum 1 Maret, di Ambarawa dikenal dengan peristiwa pertempuran Ambarawa, di Medan dikenal dengan peristiwa Medan Area.

Selain kita mengenal berbagai pertempuran, kita pun mengenal pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan, baik sebelum merdeka maupun setelah merdeka. Pahlawan yang kita kenal saat Indonesia belum merdeka seperti: Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bondjol, Sultan Ageng Tirtayasa, R.A Kartini, Pattimura, Sultan Hasanuddin. Setelah merdeka kita mengenal seperti: Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Tan Malaka dan masih banyak lagi. 

Dengan ditetapkannya hari pahlawan pada tanggal 10 November melalui Keputusan Presiden (KEPPRES) No.316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, maka masyarakat Indonesia dapat memperingati hari Pahlawan satu tahun sekali.

Peringatan Hari Kepahlawanan Tidak Hanya Sebatas Seremonial
Dalam rangka peringatan hari pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, pada umumnya masyarakat Indonesia memperingatinya dengan melakukan Upacara Bendera, melakukan ziarah ke makam para pahlawan dan juga ikut membersihkan makam. Terdapat juga terdapat perlombaan tentang seputar tokoh-tokoh pahlawan. Walaupun peringatan hari pahlawan ini tidak semeriah memperingati hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tentunya masyarakat Indonesia masih mempunyai kepedulian terhadap aksi heroik, rela berkorban, dan semangat para pahlawan yang berjuang sampai titik darah penghabisan melawan penjajah.

Namun yang dapat digarisbawahi adalah dalam memperingati hari pahlawan ini tidak hanya sebatas sebagai seremonial. Yaitu hanya sebatas ikut memperingati, namun tidak sampai memaknai. Terkadang kita merasa terpaksa dalam mengikuti kegiatan upacara kemerdekaan. Bahkan terdapat punishment jika kita tidak ikut serta dalam kegiatan upacara memperingati hari pahlawan. Selain itu, yang menjadi masalah ketika generasi muda yang lebih interest mengenal tokoh-tokoh fiksi seperti Avenger, Iron Man, Spider Man, Hulk, daripada mengenal tokoh pahlawan asli Indonesia. 

Maka dalam memperingati hari pahlawan ini, perlunya pemaknaan nilai moral yang dapat diambil dari aksi heroik para pahlawan kita dalam mempertahankan kemerdekaan kepada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda yang dapat mencontoh nilai dan moral dari para pahlawan seperti Keberanian, Tanggung Jawab, Rela Berkorban, dan Jiwa Kepemimpinan dalam menghadap tantangan ke depan.

Mohamad Ully Purwasatria, M.Pd
Pengajar di Temasek Independent School 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

artikel lainnya

dewanpers